Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Jalan Pati - Gabus Rusak Parah dan Membahayakan; Pemkab Pati Belum Juga Memperbaiki


PATI
- Masyarakat yang melintas di wilayah Pati Selatan dan beberapa jalur yang kondisinya jalan rusak nampaknya harus bersabar dan menunggu lagi untuk menikmati jalan bagus. Pasalnya, perbaikan jalan yang seharusnya sudah dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) pada beberapa titik jalan yang rusak parah dan berlobang, direncanakan baru akan dilakukan tidak ada hujan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati Faizal melalui pesan whatsappnya Sabtu (30/1/2020).
 

Menurutnya, untuk memperbaiki jalan yang rusak dan berlobang harus menunggu hujan reda, misalnya tidak ada hujan selama 2 hari, atau ketika ada panas matahari. Ia menambahkan, kalau saat hujan diperbaiki maka dikawatirkan jalan itu akan rusak kembali.

"Habis hujan nanti diperbaiki, kalau diperbaiki sekarang nanti rusak lagi kalau ada terang 2 hari nanti," ujar Faizal.  

Untuk memperbaiki jalan, lanjutnya, harus menunggu adanya panas matahari dulu, dan beberapa titik jalan yang dianggap rawan dan rusak parah akan dicek terlebih dahulu, misalnya apabila volumenya besar akan disirtu dulu, dan nanti ketika panas akan langsung di aspal.

"Nanti kita cek dulu yang besar dalam nanti kasih sirtu dulu kalau sudah panas baru kita kasih aspal," imbuhnya.

Sebelumnya, masyarakat mendesak kepada Pemkab agar jalan Pati - Gabus terutama pada beberapa titik jalan yang rusak segera diperbaiki. Hal itu dikarenakan kondisi jalan sudah rusak parah, lobang-lobang dan kubangan air ketika melintas di wilayah Pati Selatan sudah sangat memprihatinkan, hanya saja belum ada tanda-tanda segera memperbaiki.

"Lobang yang dalam banyak yang tidak terlihat, sehingga pengemudi kalau tidak hati-hati pasti masuk lobang," ungkap Dhika, salah satu warga Kecamatan Gabus ketika melintas.

Masyarakat sebenarnya sudah geram dengan Pemkab yang seakan-akan kurang peduli dengan segera memperbaiki sejumlah jalan yang rusak. Padahal sejauh ini sudah banyak korban yang jatuh karena tidak melihat lobang yang dikubangi air dan tidak menyadari adanya jalan yang rusak.

"Sudah banyak korban yang jatuh, tapi Pemerintah masih cuek belum mau memperbaikinya. Mungkin menunggu korban meninggal atau masyarakat menanam pisang di tengah jalan atau mengisi ikan pada kubangan air dulu baru diperbaiki," sindirnya. (WIS)

 

Video by Wisnu

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.