Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kasus Perusahaan Ikan Kaleng Illegal di Pati Dikembalikan Lagi Berkasnya ke Penyidik

Kejari Pati mengembalikan berkas kasus ikan kaleng ke Penyidik untuk melengkapi berkasnya. Foto : Wisnu.

PATI
- Berkas perkara hasil penyidikan produksi ikan kaleng yang sudah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati sesuai rencana akan dikembalikan lagi ke penyidik Polres Pati karena dianggap masih belum sesuai.
 

"Secepatnya akan kita kembalikan berkasnya, karena kita belum tahu, apakah anggaran untuk sembako ini mengalir dari APBD atau dana pribadi," ungkap Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Pati Firman Wahyu kepada wartawan Kamis (14/1/2020).


Menurutnya, dari hasil pengembangan menyebutkan bahwa untuk perusahaan yang digunakan juga ilegal, tidak mengantongi ijin dari BPOM, sehingga penyidik harus lebih tegas dan melakukan penelusuran kembali.

 

"Kalau itu pidana umum harus sesuai dengan pasal yang disangkakan oleh penyidik ke tersangka, jadi kami harap setelah berkas dikembalikan bisa ditelusuri kembali," katanya.
 

Selain itu, masih menurut Firman, untuk produk yang digunakan juga sudah mengganggu Undang-Undang Merek, sehingga untuk ahli pidana juga harus dipertegas, apakah itu dana sosial yang digunakan masuk ke ranah pidana umum atau masuk ke ranah pidana tipikor.

"Dari keterangan saksi-saksi memperkuat bahwa itu dari dana bansos, sehingga tidak masuk pada unsur pasal dari perijinan," paparnya. 


Sejauh ini, dari hasil penyidikan sudah 2 orang yang ditetapkan sebagai tersangka, RZ dan SBR, namun masih ada peran 1 orang perempuan yang saat ini dijadikan saksi, dan itu juga dipertanyakan, karena peran perempuan itu statusnya yang mengajak 2 orang tersebut untuk membuat perusahaan ikan kaleng yang diberikan ke masyarakat dalam bentuk sembako dalam rangka bansos penanganan covid19 di kabupaten pati.

"Ada lagi perempuan, dan itu masih kita pertanyakan," imbuhnya.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.