Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Ketua KPU Arief Budiman Dipecat Lantaran Langgar Kode Etik

DKPP memutuskan Ketua KPU Arief Budiman melanggar kode etik penyelenggara Pemilu dan memberhentikannya sebagai Ketua KPU. Foto : Ist.

Jakarta - Hari ini, Rabu (13/1), publik kembali dikejutkan dengan adanya putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu atau DKPP. Lembaga pengadil etika penyelenggara Pemilu itu memutuskan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman melanggar kode etik penyelenggara Pemilu.

Hal itu dibacakan oleh Ketua DKPP Muhammad dalam sidang pembacaan putusan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu di kantor DKPP Jalan M.H. Thamrin Jakarta Pusat, Rabu (13/1).

"Memutuskan, satu mengabulkan pengaduan pengadu untuk sebagian. Dua, menjatuhkan sanksi peringatan keras terakhir dan pemberhentian dari jabatan Ketua KPU kepada teradu Arief Budiman selaku Ketua KPU RI," ucap Ketua DKPP, Muhammad saat membacakan putusannya.

Putusan DKPP ini, berdasarkan perkara nomor 123-PKE-DKPP/X/2020 tentang proses hukum yang ditempuh Komisioner KPU Evi Novida Ginting yang dipecat Bawaslu pada 18 Maret.Dalam prosesnya, putusan Bawaslu yang memecat Evi dimentahkan Pengadilan tata Usaha Negara (PTUN).

Dalam perkara ini, Arief Budiman dianggap melanggar kode etik karena mendampingi Evi mendafarakan guguatan ke PTUN, Jakarta.

Dalam dokumen putusan yang dibagikan kepada wartawan, DKPP menyebutkan pendampingan itu dilakukan pada 17 April 2020. Tepatnya, sebulan setelah DKPP menjatuhkan sanksi pemberhentian tetap kepada Evi.

Dari situ, DKPP menerangkan pihak pengadu dalam perkara ini, Jupri, menggunakan dalil penerbitan surat KPU Nomor 665/SDM.13.SD/05/KPU/VIII/2020 tanggal 18 Agustus 2020, yang ditanda tangani  Arief Budiman tentang pengaktifan kembali Evi Novida Ginting sebagai Komisioner KPU.

Namun, berdasarkan Peraturan DKPP Nomor 2 Tahun 2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu, sebagaimana diatur dalam Pasal 11, Pasal 14, Pasal 15, Pasal 16 dan Pasal 19, Surat KPU yang melegalkan pengaktifan kembali Evi sebagai Komisioner adalah melanggar aturan.(GR/AR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.