Header Ads

https://daihatsu.co.id/

ABUPI Nilai Kehadiran Pelabuhan Patimban Akan Menguntungkn Pengguna Jasa

Aulia Febrial Fatwa, Ketua Umum ABUPI

Jakarta -
Kehadiran Pelabuhan Patimban belum bisa dibandingkan dengan Pelabuhan Tanjung Priok, karena pelabuhan itu baru saja beroperasi. 

Pengelola pelabuhan Patimban melakukan banyak upaya agar tujuan dibangunnya pelabuhan ini dapat terealisasi. 

"Sebenarnya antara Pelabuhan Patimban dengan Tanjung Priok itu bukanlah persaingan. Ini menguntungkan pengguna jasa pelabuhan. Karena dapat menghemat biaya," ungkap Aulia Febrial Fatwa, Ketua Umum Asosiasi Badan Usuha Pelabuhan Indonesia (ABUPI), Sabtu (20/2).

Ia menandaskan, dua pelabuhan itu dapat memicu faktor competitive advantage (keuntungan kompetitif). Hal itu dikarenakan kehadiran dua pelabuhan ini sifatnya saling melengkapi.

Dengan adanya pelabuhan Patimban malah akan mendukung produktivitas pelabuhan secara nasional. Karena apabila semua tertuju di Tanjung Priok, maka selama ini sudah overload. 

Kehadiran Patimban bisa memberikan pelayanan yang efektif bagi pengguna jasa pelabuhan. "Ujung-ujungnya harganya semakin murah," tandas Aulia.  

Sementara itu, mengenai dampak dan kesiapan dalam menghadapi pandemi covid-19 yang hingga kini masih berlangsung, ABUPI yakin anggotanya sudah sangat siap. "Kesiapan untuk menghadapi paska pandemi, operator pelabuhan sudah sangat siap," kata Aulia.

Ia menambahkan, pengelola pelabuhan sudah menggunakan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Bahkan mulai dari tahun 2020 lalu sudah sangat siap. 

"Selama ini tidak ada pelabuhan yang tutup. Mereka melakukan penyesuaian dengan melakukan protokol kesehatan seperti biasa," ungkap Aulia Febrial Fatwa.

Perkembangan Konsesi

Kalau konsesi dari anggota ABUPI itu sudah begitu cepat. Baik konsesi maupun kerjasama kemanfaatan. 

Contohnya saja pada tahun 2020, ada lima anggota ABUPI mendapatkan konsesi dari Kementerian Perhubungan. Ini menunjukkan proses konsesi masih berjalan. Masalah waktu itu relatif tergantung pemenuhan proses konsesi sendiri. 

Rata-rata anggota ABUPI bisa mendapatkan konsesinya. Masalah waktu itu hanya proses saja.

Insentif kepada ABUPI

Sekarang ini semua pihak sedang mengharapkan bantuan dari Pemerintah. Kondisi sekarang memang sangat turun. Sangat berpengaruh pada bisnis. Pun demikian dengan bisnis pengelolaan pelabuhan. 

Hal itu memang membutuhkan perhatian pemerintah. Salah satu yang diharapkan adalah mengenai besaran PNBP (Pendapatan Nasional Bukan Pajak) yang harus disetor pengguna jasa pelabuhan. Salah satuny mengenai fee konsesi.

"Apakah fee konsesi bisa ditinjau ulang kembali selama masa pandemi ini. Fee ini dihitung selama setahun. Karena berpengaruh dengan pendapat anggota ABUPI," ungkap Aulia.

ABUPI berharap ada penundaan sementara untuk fee konsesi itu. Namun kembali ke Pemerintah, apakah penundaan ini bisa membantu pelaku dalam menghadapi pandemi ini.

ABUPI melihat saat ini dunia kepelabuhanan sudah memasuki masa improfisasi yang cukup bagus dan sudah on the track.. Tinggal pelaku menyikapi hal itu. 

Tahun 2020, salah satu permintaan ABUPI adalah mengenai konsesi agar bisa mendapatkan percepatan. Dan itu sudah diperhatikan pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Konsesi yang diajukan anggota ABUPI sudah disetujui. Namun, masalah waktu tergantung kesiapan dan prosesnya.

"Untuk Rakernas ABUPI Tahun 2021 ini belum ada rekomendasi. Karena semua yang kita butuhkan sudah dipenuhi," pungkas Aulia. (AR)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.