Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Antisipasi Penyelundupan Narkoba, Lapas Kelas IIB Pati Tingkatkan Pengawasan dan Penggeledahan

Kepala Lapas Kelas IIB Pati Febie Dwi Hartanto. Foto : Wisnu.

PATI
- Perang terhadap narkoba yang sudah lama didengungkan kini mulai digiatkan kembali. Tak hanya dilakukan oleh Kepolisian, namun di lingkup lembaga pemasyarakatan. Hal itu untuk menanggulangi kemungkinan adanya penyelundupan narkoba dari dan ke lapas. 

Hal itu dilakukan juga oleh Lapas Kelas IIB Pati, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Peningkatan penggeledahan pun dilakukan. Apabila sebelumnya dilakukan setiap dua kali dalam satu minggu, atau delapan kali dalam sebulan, namun ternyata belum juga membuat warga binaan takut ataupun jera.

Apalagi setelah terungkapnya penyusupan narkoba jenis sabu yang dimasukkan ke dalam sabun yang terbongkar di Lapas kelas IIB Pati beberapa waktu lalu. 

"Sesuai perintah dari kantor wilayah untuk penggeledahan seminggu 2 kali, namun kita lakukan seminggu 4 kali atau dalam sebulan 16 kali," ungkap Kepala Lapas Kelas IIB Pati Febie Dwi Hartanto kepada wartawan Jumat (19/2/2020).

Febie yang belum genap satu bulan menjabat sebagai Kepala Lapas Kelas IIB Pati itu mengaku, dari hasil penggeledahan secara rutin itu dilakukan sebagai upaya untuk pencegahan peredaran narkoba di Lapas Pati.

"Untuk hasil temuan kita dari hasil penggeledahan yaitu hanphone dan warga binaan yang melakukan pelanggaran ini akan kita berikan sanksi sesuai aturan yang berlaku," tandasnya.

Lapas Kelas IIB Pati, lanjutnya, saat ini sudah melakukan pengetatan dan penggeledahan terhadap barang-barang yang masuk, karena tidak menutup kemungkinan ada pegawai yang terlibat dalam penyusupan barang-barang terlarang yang dimasukkan ke lapas.

"Sejauh ini belum ada pegawai yang terlibat, namun para Napi ini kemungkinan memasukkan barang-barang terlarang yang dilempar dari luar," ujarnya.

Disinggung soal pengadaan alat pendeteksi narkoba, Febie mengaku sudah mengusulkan, hanya saja hal itu tergantung dari kantor wilayah dan pusat.

"Untuk alat itu sudah disampaikan melalui sarana dan prasarana, dan sudah diteruskan ke kantor pusat, sehingga kami berharap bisa diakomodir," pungkasnya.(WIS).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.