Header Ads

https://bizlawnews.id/

Buntut Dugaan Penganiayaan terhadap Warga Desa Marabose, Polres Halsel Didesak Proses Hukum Onkum Polisi dan Bebaskan Warga Yang Ditangkap

Massa Front Antikekerasan Halsel menuntut agar Kapolres memproses oknum anggota Polisi yang diduga melakukan penganiayaan dan membebaskan pemuda warga Desa Marabose. Foto : Udi

Halsel
- Puluhan massa aksi mengatasnamakan Front Anti Kekerasan Halmahera Selatan (Halsel) menyampaikan sikap dan tuntutan atas oknum anggota polres yang diduga melakukan penganiayaan warga Desa Marabose.

Aksi itu dilakukan pada Rabu 17 Februari 2021 pukul 10:30 WIT. Massa mulai berorasi di depan Tugu Ikan Desa Tomori, kemudian menuju kantor Polres Halsel. Saat berada di Mapolres Halsel, Kapolres Halsel AKBP Muhammad Irvan bersama personil langsung menemui massa tersebut. Hearing pun dilaksanakan pada saat itu.

Pada kesempatan itu Kapolres Halsel AKBP Muhammad Irvan, mengatakan kemarin telah menyampaikan kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan sejumlah oknum anggota Polres Halsel sedang ditangani oleh pihak Provost dan pihaknya akan selalu  terbuka  setiap perkembangannya. "Yang salah tetap salah benar tetap benar," tandasnya.

"Berkaitan dengan kejadian ini saya memastikan akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan yang ada," ungkap Kapolres Halsel AKBP Muhammad Irvan.

Lebih lanjut Kapolres Halsel AKBP Muhammad Irvan mengutarakan, pihaknya akan memproses dugaan penganiayaan tersebut, termasuk pelaku penganiayaan Satgas Covid-19 juga akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kapolres Halsel AKBP Muhammad Irvan langsung menemui massa.

"Dari hasil penyelidikan sementara dari Propam Polres Halsel sekitar 17 orang yang sudah dimintai keterangan terkait permasalahan ini, namun kita akan dalami lagi tergantung peran dan tindakan yang mereka lakukan terhadap korban," tegas AKBP Muhammad Irvan.

Dia juga menyampaikan, bahkan sekarang ini beberapa orang sudah kami ambil keterangannya. Korban juga sudah divisum di RSUD Labuha serta mengecek kondisinya. Pihaknya juga mengungkapkan bahwa berita yang beredar di media sosial bahwa korban mengalami patah tulang tangan itu tidak benar.

“Saya tegaskan bahwa terkait korban patah tulang adalah hoax. Sesuai hasil visum yang dikeluarkan dokter selaku ahli, korban mengalami luka memar bukan patah tulang tangan,”paparnya.

Kapolres juga menyampaikan, bahwa untuk sekarang ini korban sudah dalam keadaan sehat dan kasus ini sudah laporkan ke Polda Maluku Utara. Ia juga menandaskan, anggota yang bermasalah sudah diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

Dihubungi terpisah, Korlap Front Antikekerasan Halsel Muhlis Abdulatif menyampaikan, tuntutan aksi kepada Kapolres Halsel untuk menindak tegas oknum anggota polres atas perbuatanya

Dalam tututan Aksi, lanjutnya, Front Antikekerasan Halsel mendesak tegas oknum kepolisian yang diduga melakukan tindakan merugikan citra martabat kepolisian itu untuk terus diusut tuntas. 

Selain penuntasan kasus dugaan penganiayaan terhadap Agil Hamid, Front Antikekerasan Halsel juga mendesak Kapolres membebaskan Pemuda dan Pelajar Desa Marabose.

Muhlis mengatakan, apabila tuntutannya itu tidak dikabulkan maka mereka akan mengerahkan massa lebih banyk dan melibatkan organisasi kepemudaan di Halsel serta masyarakat guna menggelar aksi sekaligus memboikot aktivitas Polres Halsel.(UDI)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.