Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Buntut Pemberitaan Penolakan LPPD oleh Anggota BPD Desa Sumber Mulyo, Diduga Ada Pengancaman Kepada Wartawan

Sucipto, Wartawan Media Target Hukum Indonesia mengaku diancam oleh Kepala Desa. Ada juga wartawan lain mengalami hal sama. Foto : Wisnu. 

PATI 
- Permasalah penolakan anggota Badan Permusyawatan Desa (BPD) Desa Sumber Mulya, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, Jawa Tengah masih menyisakan bara. 

Penolakan anggota BPD terhadap Laporan Pertanggungjawaban Pemerintahan Desa (LPPD) dan Pembahasan APBDes di ajang Musyawarah Desa (Musdes) yang merupakan informasi publik, masyarakat sudah sewajarnya bisa mengakses informasi tersebut. Apalagi hal itu diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. 

Pada saat itu media massa di lingkungan Kabupaten Pati ikut hadir menjadi "mata" dari masyarakat di desa itu. Mereka mengabarkan informasi dan dilindungi oleh UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. 

Salah satu wartawan di Kabupaten Pati yang meliput kegiatan itu, Sucipto, dari Media Target Hukum Indonesia, mengaku mendapat ancaman dari Kepala Desa itu. Ia mengungkapkan, pihak Kepala Desa mengancam terhadap wartawan yang hadir meliput Musyawarah Desa (Musdes) Desa Sumber Mulya, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati, pada Selasa (23/02/2021) itu akan diproses secara hukum. 

"Sujono itu kepala desa, dan statusnya melekat sebagai pejabat publik, seharusnya dia paham dengan fungsi dan tugas para kuli tinta ini," ungkap Sucipto, salah satu wartawan yang pada saat Musdes Desa Sumber Mulyo pada Selasa (23/02/2021) itu melakukan peliputan. 

Lebih lanjut diungkapkan Cipto, begitu ia kerap disampa, Kepala Desa Sumber Mulyo itu mengancam dirinya apabila akan memberitakannya. "Mas Cipto, buat apa ambil gambar! Saya tidak ingin kamu beritakan. Kalau kamu beritakan nanti kamu akan saya laporkan," ungkap Cipto menirukan pernyataan Kades. 

Mendengar bahasa itu, Sucipto sendiri kurang menanggapi, karena profesinya sebagai wartawan hanya bisa menyampaikan bahwa dirinya hanya melaksanakan tugas. "Tidak apa-apa pak, saya hanya melaksanakan tugas, dan semua saya pertanggung jawabkan, dan tugas saya sudah dilindungi undang-undang," jelas Sucipto menangkis pernyataan Kades. 

Hal senada juga disampaikan Budi, salah satu wartawan online yang saat itu juga berada di lokasi. Budi mengecam kepada Kades yang dinilainya belum memahami fungsi wartawan. Menurut Budi, seharusnya Kades bisa memberikan kebebasan saat wartawan melakukan peliputan, bukannya mengancam dan melontarkan kata-kata akan menuntut tugas dan fungsi wartawan saat akan melakukan peliputan.

"Kalau Kades takut dipublikasi, itu menjadi pertanyaan, ada apa dengan pengelolaan anggaran di desa Sumbermulyo, sehingga Kades tidak ingin terpublikasi, apa memang ada penyimpangan,"Sindir Budi. 

Terkait penggunaan anggaran yang dipermasalahkan oleh anggota BPD, dan soal intimidasi terhadap wartawan, Kepala Desa Sumber Mulyo Sujono ketika hendak dikonfirmasi sejumlah wartawan enggan memberikan tanggapan. Kades hanya menjawab, "No Coment" dan langsung pergi dengan motornya meninggalkan kantor desa. "Saya No Coment," ujarnya singkat.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.