Header Ads

https://bizlawnews.id/

Ada Kekeliruan, Surat Edaran Dishub Halsel Akan Ditarik


Halsel
-  Surat Edaran Dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera Selatan Nomor  550/01/HS menuai kritik. 

Sejumlah Sopir yang tergabung dalam Pangkalan Lintas Timur Desa Wayaua, Bibinoi, Tutupa, Tomara, Surat Edaran yang dikeluarkan tidak mempertimbangkan aspek kepentingan  bersama dan keadilan yang merata. 

Mujahid Sattar salah satu sopir Lintas Tomara kepada wartawan melalui Whatsshap Jum'at (26/02/2021) mengatakan, ketidaksetujuannya terhadap Surat Edaran Dinas Perhubungan, terutama pada point ke-3. Mereka mempertanyakan, terkait penjelasan bagaimana kalau misalnya ada penumpang yang charter mobil apakah ini juga di larang kami mengantar sampai ke Labuha? yang berikut adalah terkait dengan penertiban Plat mobil yang berwarna Hitam harus segera dirubah menjadi kuning. "Kami ingin sampaikan bahwa kewenangan ini bukan kewenangan dinas perhubungan. Lagian, kebanyakan mobil lintas yang berada di sini masih menggunakan DG dari luar daerah apakah harus dipaksakan diganti warna kuning?," ungkap Mujahid.

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Halmahera Selatan Akhmad Rajak, SKM, M.KES, ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan ada kekeliruan dari stafnya dalam membuat Surat Edaran itu. Ia pun berjanji akan menerbitkan surat penarikan.  "Ada Staf kami yang keliru. Jadi saya minta staf bikin Surat penarikan. Saya sudah suruh staf tarik ulang surat itu karena Surat yang keluar harus tanda tangan Kepala Dinas," tambahnya. (UDI)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.