Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Menyoal Penggunaan Merkuri di Pertambangan Rakyat di Bacan Barat Halsel

Muhajir Abubakar, Ketua DPC Gercin Halsel.

Halsel -
Penggunaan mercuri secara bebas di area pertambangan rakyat Desa Kusubibi Kecamatan Bacan Barat, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara kini menuai kritik.

Ketua DPC Gerakan Rakyat Cinta Indonesia (Gercin) Halsel Muhajir Abubakar kepada awak media Minggu (21/02/2021) mengatakan,”Dari beberapa data observasi anggota kami menemukan beberapa pelanggaran di tambang Kusubibi satu hal yang paling fundamental adalah penggunaan merkuri secara bebas tanpa izin, Polsek sebagai lembaga yang berwenang pun harus memperhatikan ini karena menyangkut dengan barang terlarang sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 21 Tahun 2019 tetang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri dan juga diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 70 Tahun 2019 serta masih banyak lagi. Hal ini harus diperhatikan oleh Polsek wilayah Bacan Barat dan Pemda Halmahera Selatan."

Selain itu ia menambahkan, pemerintah desa harus kreatif menciptakan lapangan kerja yang legal agar masyarakat tidak menggantungkan hidupnya pada pertambangan.

"Ingat jangan membuat masyarakat menggantungkan hidupnya pada kegiatan yang jaminannya tidak bertahan lama dan merusak lingkungan, dalam waktu dekat ini kami akan melakukan kegiatan turun lapangan dan memeriksa penggunaan merkuri oleh pengolahan material yang menggunakan rendaman (tong) dan tromol yang duga dimiliki beberapa pemerintah desa," tambahnya.

"Tim yang kami bentuk ini untuk kepentingan masa depan Bacan Barat dan Halmahera Selatan di sektor lingkungan hidup agar tak dirusaki oleh beberapa cukong yang menguntungkan diri sendiri,"kata Muhajir.


Ia juga mengatakan, Kepada Desa Kusubibi dan beberapa kepala desa terkesan membiarkan membiarkan penggunaan merkuri tanpa kontrol dari pemerintah desa terkait.

"Tim kami juga menemukan beberapa kepala desa yang memiliki tromol yang menggunakan merkuri dan memiliki lubang galian tambang. Kami akan terus menyelidiki kades desa apa yang punya tromol," pungkasnya. (Bahrudin Sajim/Halsel)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.