Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Pedagang di Pasar Central of Economic Halsel Mengeluh Sepi Pembeli dan Menuntut Agar Dikembalikan ke Pasar Tembal

Pedagang ikan dan sayuran yang sebelumnya berdagang di Pasar Tembal dan kemudian dipindahkan ke Central of Economic Halmahera Selatan meminta agar diperbolehkan kembali ke Pasar Tembal, karena dagangannya sepi pembeli. Foto : Udi

Halsel 
- Pemindahan lokasi pasar di Central of Economic Halmahera Selatan, Maluku Utara beberapa bulan lalu kini menjadi polemik dan menuai protes oleh sejumlah pedagang ikan. Pasalnya, pasar yang awalnya bertempat di Desa Tembal Kecamatan Bacan Selatan ini harus dikosongkan oleh para pedagang dengan alasan telah dibuatnya Kawasan Ekonomi Terpadu. 

Koordinator Pedagang Ikan Ramli Tarafanur, Selasa (23/02/2021), mengatakan bahwa sejak pedagang Pasar Tembal dipindahkan ke Central Of Economic Halmahera Selatan yang terletak di Desa Tuokona, pihaknya mengalami kerugian drastis lantaran menurunnya pembeli. "Ketika kami menempati lokasi yang baru ini, kami mengalami kerugian drastis," ungkap Ramli.

Ramli menyebutkan, kondisi yang dialami ia bersama pedagang ikan lainnya itu terjadi karena letak pasar jauh dengan jangkauan penduduk, sementara Pasar Tembal itu dekat. Lebih lanjut disebutkannya, masyarakat lebih memilih belanja di Pasar Amasing atau Labuha daripada di pasar yang baru dibangun tersebut.  

"Kami akan membuka Pasar Tembal ini lagi,” ujar Ramli Tarafanur.

Menurut pantauan media ini, sejumlah pedagang ikan dan sayuran sudah menyediakan peralatan untuk medirikan pasar, namun usaha itu dihadang Satpol PP. 

Sementara itu, Kabid UPTD Disperindak Halsel Husna Wati Abdul Fatah menyatakan, pihaknya tetap berkomitmen untuk mengarahkan pedagang ke Central Of Economic Halmahera Selatan.

“Kita kan telah menyediakan tempat untuk para pedagang, makanya kami tetap mengarahkan ke pasar baru. Soal minimnya pembeli kami saat ini masih memikirkan formulasinya seperti apa, tetapi ada beberapa pedagang yang telah menempati pasar baru itu kelihatannya baik-baik saja. Ketika ditanya mereka bilang untung kok, karena banyak pembelinya,” ujar Husna Wati Abdul Fatah. (UDI)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.