Header Ads

https://bizlawnews.id/

Apakah MUSTER STATION dI Kapal Kita Sudah Benar 0,35 m² per Orang?


Oleh: Ir. Sjaifuddin Thahir, MSc.


Kawan-kawan pemilik kapal, ABK dan semua pihak terkait yang saya banggakan. Penempatan sekoci kapal dan pelampung pasti memerlukan peralatan peluncur. Sekoci dan pelampung tersebut harus ditempatkan sedekat mungkin dengan ruang akomodasi kapal dan ruang layanan umum di kapal. Lokasi tersebut biasanya dikenal dengan muster station.

Pertama, tempat berkumpul/muster station harus disediakan dekat dengan lokasi penurunan/pemberangkatan penumpang/ABK. Setiap tempat berkumpul harus memiliki ruang geladak yang cukup untuk dapat mengakomodasi semua orang yang diharapkan berkumpul di tempat tersebut, dan setidaknya kapasitasnya 0,35 m² per orang.

Kedua, lLokasi berkumpul dan lokasi embarkasi di kapal harus mudah diakses dari ruang akomodasi dan area kerja ABK di kapal. Tempat berkumpul dan embarkasi harus cukup terang dan diterangi dengan penerangan yang disuplai dari Sumber tenaga listrik darurat.

Selanjutnya, gang, gangway, tangga dan pintu keluar yang memberikan akses ke tempat berkumpul dan embarkasi di kapal juga harus diberi penerangan.  Penerangan tersebut harus dapat dipasok dari sumber tenaga listrik darurat. Rute evakuasi ke lokasi berkumpul harus ditunjukkan dengan simbol lokasi berkumpul, yang dimaksudkan untuk tujuan tersebut, sesuai dengan rekomendasi IMO.

Kemudian, tempat berkumpul dan pemberangkatan kapal dengan dewi-dewi yang dijatuhkan bebas harus diatur sedemikian rupa sehingga memungkinkan tandu ditempatkan dekat survival craft. Tangga embarkasi harus LSA Code yang membentang, di geladak kapal ke garis air kapal kosong sesuai dengan kondisi trim s/d 10° dan kapal miring s/d 20° harus disediakan pada setiap lokasi embarkasi atau pada setiap dua lokasi embarkasi yang berdekatan untuk rescue boat yang diluncurkan dari sisi kapal. (Res.MSC.216 (82))

Pemerintah biasanya mengizinkan tangga tersebut diganti dengan perangkat untuk memberikan akses ke rescue boat saat diturunkan ke air, dengan ketentuan bahwa setidaknya satu tangga embarkasi pada setiap sisi kapal.  Sarana embarkasi lain yang memungkinkan penurunan ke air dengan cara yang terkontrol dapat diizinkan untuk liferafts. Harus disediakan sarana untuk membawa rescue boat yang diluncurkan dengan dewi-dewi ke sisi kapal dan menahannya di samping sehingga orang dapat naik dengan aman.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.