Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Tak Ingin Ada Pergantian Kepala Sekolah, Siswa SMAN 2 Halsel Gelar Aksi Demo

Aksi siswa SMAN 2 Halmahera Selatan menentang pergantian kepala sekolah, Jum'at (5/3). Foto : Udi

Halsel -
Apakah ini yang dinamakan demokrasi di sekolah? Dewasa ini siswa-siswi di sekolah berani untuk mengungkapkan pendapat. Tak hanya masalah kebijakan yang bersentuhan langsung dengan mereka, melainkan juga termasuk kebijakan pergantian kepala sekolah mereka ikut menyuarakannya.

Adalah siswa-siswi SMA Negeri 2 Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, pada Jum'at (5/3), menggelar aksi demonstrasi guna menolak pergantian kepala sekolah. Aksi tersebut berlangsung mulai pukul 08.00 WIT di lingkungan sekolah, kemudian dilanjutkan di depan Masjid AN'Nur Desa Guruapin, Kecamatan Kayoa.

Nilam Mawaddah salah satu Siswi SMA Negeri 2 Halmahera Selatan kepada wartawan menyampaikan,aksi penolakan itu mereka lakukan lantaran Kepala Sekolah yang lama, Usman Hasyim, dinilai berhasil dalam membangun sarana dan prasarana sekolah. Bukan hanya itu saja, Usman Hasyim juga dinilai dapat memajukan perkembangan anak didik dan masalah kesiswaan.

"Kami melakukan aksi penolakan Kepala Sekolah yang baru dan tetap mempertahankan yang lama, karena terkait prasarana dan perkembangan sekolah dapat kami rasakan ketika di pimpin oleh Bapak Usman Hasyim," ujar Nilam.

Ia menambahkan, kepala sekolah yang lama dinilainya sebagai salah satu pemimpin dan putra daerah terbaik yang juga profesional serta sangat menginspirasi bagi siswa-siswi. 

Ketua OSIS SMA Negeri 2 Halsel Ahmad Ghifary Kroys menjelaskan Kepala Sekolah yang lama dinilainya sangat produktif, terhadap pembangunan sekolah. Ia pun mendesak agar Keputusan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku Utara mengenai pergantian kepala sekolah harus dicabut. 

Ia juga menegaskan, apabila tuntutan mereka itu tidak diindahkan maka mereka akan memboikot aksi sekolahan. (UDI)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.