Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Bimtek Aplikasi Android untuk Mendukung Konvergensi Stunting


Halsel -
 Pelatihan dan Bimtek Aplikasi Elektronik Human Development Worker (eHDW), konvergensi stunting cluster Kecamatan Kasiruta Barat, Obi Timur dan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, dilaksungkan pada 9-10 April 2021.

Kegiatan yang mengambil tema "Upaya Pencegahan Stunting Berbasis Android : Menopang Layanan Intervensi Gizi Masyarakat" itu diselenggarkan di aula Hotel Jenisy, Desa Tomori, Kecamatan Bacan.  

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan yang pada kesempatan itu diwakili Kabid Kesehatan Masyarakat, Aslima Kasuba mengutarakan, pihaknya memberikan apresiasi kepada penyelenggara kegiatan karena meskipun bukan orang kesehatan, tetapi karena dengan itikad baik dengan niatan yang sama guna menekan angka stunting di kabupaten Halmahera Selatan.

Wanita Kelahiran Desa Bibinoi ini menambahkan, kegiatan kegiatan Bimtek ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan. Selama ini fokus pelaksanaan kegiatannya sosialisasi stunting dan bagaimana cara menanggulanginya.

Pihaknya mengapresiasi seluruh desa, khususnya di tiga kecamatan yang berpartisipasi pada kegiatan itu.

"Ini sebenarnya kegiatan berskala komprehensif, Halmahera Selatan sejak tahun 2018 sudah menjadi lokus stunting dan terhitung sudah 3 tahun berjalan," imbuhnya.

Dani M Samsudin, Tenaga Ahli Pelayanan Sosial Dasar yang membidangi Pendidikan dan Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan, Jum'at (09/04/2021) menyampaikan, konvergensi stunting ini adalah upaya bersama lintas sektor. Fokus kepada dinas kesehatan ini cuman 30% intervensi yang bisa dilakukan sedangkan. Sedangkan 70 % lainnya dikembalikan kepada lintas sektor. Dalam hal ini adalah Disperkim, Pendidikan,Pemberdayaan Perempuan dan Anak, Dinas Sosial kemudian juga ke desa.

Dani Menambahkan, sebagai pendamping pihaknya akan berupaya semaksimal mungkin mendorong pemerintah daerah agar kepentingan konvergensi ini bisa lebih mengambil peran. 

"Nah upaya ini, tidak terlepas dari peran-peran lintas sektor dalam hal ini Bappeda,BPMD,Dinas Kesehatan, kemudian P3MD mulai dari tenaga ahli kabupaten, pendamping kecamatan, maupun pendamping di desa. Sinergitas kami upayakan bagaimana desa memanfaatkan itu dan alhamdulilah berhasil bahkan sampai pada tingkat pengadaan HP android sebagai sarana penopang untuk oprasionalkan aplikasi eHDW," paparnya.

"Harapan Kami dengan adanya Bimtek, kader-kader yang mendapat penguatan pada kegiatan ini, bisa maksimal dalam melakukan pemantauan terhadap gizi masyarakat, terutama terhadap ibu hamil, anak usia 2 tahun sampai 6 tahun. Karena dari hasil pemantauan, data -data yang diinput diaplikasi dapat digunakan oleh lintas sektor. Hal ini karena, ada dashboard kabupaten yang saya adalah pengelolanya, akan memberikan informasi kepada dinas terkait,yang barkaitan dengan kondisi kesehatan sehingga lintas sektor bisa melakukan intervensi ke desa," paparnya.

Sementara itu, Kabid Kesehahatan masyarakat Aslima Kasuba,  mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi terkait konvergensi stunting Halmareha Selatan.

"Kita sejak di tetapkan sebagai lokus, kami bergeraknya sangat konvergensi. Barangkali dinilai amat konvergensi sehingga, kita diapresiasi oleh regional timur di Ambon. Kemudian tingkat provinsi, selama berjalannya lokus stunting di Kabupaten Halmahera Selatan. Dengan pelaksanaan kegiatan Hari ini juga bagian dari bukti kongkrit upaya konvergensi stunting di Halmahera Selatan," kata Aslima.

Terkait langkah-langkah strategis dari dinas sendiri selama ini,yakni perbaikan, penguatan intervensi spesifik, penguatan intervensi sensitif, itu sudah dilakukan selama tahun berjalan. Meskipun belum semua tercakupi penanganannya, pihaknya akan tetap berupaya terus untuk melengkapi konvergensi stunting.

"Untuk dinas sendiri terkait data stunting dari tahun ke-tahun kemarin sudah kami dibenahi, serta dilakukan evaluasi bersama SKPD. Grafiknyamenurun dari mulai Riskesdes tahun 2013 kita 34,5% hingga 2019 mengalami penurunan menjadi 14% melalui aplikasi pencatatan pelaporan NPP GPM. Tahun 2020 turun lagi cuman penguatan lebih kepada desa. " Saat ini yang saya harapkan itu desa melihat intervensi sensitifnya," tandasnya.

Ia berharap agar konvergensinya tetap dijaga. "Besar juga harapan kami kepada kepal-kepala desa, tenaga ahli kabupaten, kecamatan, pendamping desa, agar membantu kami lebih baik lagi untuk melakukan pencegahan stunting," pungkasnya. (UDI)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.