Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kabur 16 Tahun, Mantan Direktur PD BPR BKK Dukuhseti Akhirnya Tertangkap

Kepala Kejari Pati Mahmudi menerangkan, buronan kasus korupsi perusahaan daerah BPR BKK Dukuhseti Kabupaten Pati tertangkap setelah 15 tahun buron.

PATI
- Hendro (50), warga Desa Keboromo Kecamatan Trangkil Kabupaten Pati Jawa Tengah, yang kabur selama 16 tahun, akhirnya tertangkap oleh tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pati. Pelaku ditangkap di rumahnya Desa Kenanti RT 5/3 Kecamatan Dukuhseti atas kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)  PD BPR BKK Dukuhseti. Hendro adalah mantan direktur perusahaan daerah itu.

Hendro digelandang dari rumahnya oleh tim intel dari Kejari Pati dengan menggunakan kaos lengan pendek dan celana warna hitam, serta muka tertutup masker dan dibawa ke Kantor Kejari Pati didampingi oleh istrinya sekitar pukul 17.06 WIB. 

Kepala Kejari Pati Mahmudi dalam konferensi pers Kamis (8/4/2021) mengatakan, Hendro tersandung perkara tahun 2006 atas kasus Tipikor yang sudah diputus oleh Mahkamah Agung (MA), hanya saja pelaku kabur keluar jawa, namun setelah tim kejaksaan minta bantuan kepada MC kejaksaan agung  pada 2020, tim Kejaksaan mendapat informasi bahwa pelaku berada di Pati, sehingga langsung dilakukan eksekusi.

"Yang bersangkutan kabur sudah lama di luar jawa, dan baru pulang bulan ini dari informasi yang kita terima, sehingga langsung dilakukan eksekusi," katanya.  

Hendro sesaat tiba di Kejari Pati. Foto : Wisnu

Pelaku sebelumnya adalah direktur PD BPR BKK Dukuhseti Pati, pada kurun waktu tahun 1998 sampai tahun 1999, namun yang bersangkutan telah melakukan tindak pidana korupsi dengan cara menyalurkan kredit yang tidak sesuai prosedur dengan mengatasnamakan orang lain, dan menggunakan dana antar bank, sehingga merugikan PD BPR BKK Pati sebesar Rp 200 juta lebih.

"Ini perkara yang sudah inkracht, dan kami akan berusaha menunggu perintah dari Kejagung melalui MC (Monitoring Center) dan Kejati terkait buronan-buronan yang kabur melalui tim tabur yang diperintahkan jam intel dari MC Kejagung dan Kejati," paparnya.

Pelaku dinyatakan bersalah berdasarkan Putusan PN pada 27 April 2005, Putusan Pengadilan Tinggi tanggal 4 Agustus 2005 dan Putusan Kasasi MA tanggal 28 Juli 2006. Ia terbukti melanggar pasal 1 ayat 1, subsider sub a juncto pasal 34 UU Nomor 3 Tahun 1971 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 3A ayat 1 UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 64 ayat 1 KUHP. Dalam putusannya, pelaku terancam maksimal 12 tahun kurungan," papar Mahmudi. 

Selain Hendro, masih ada KSM dan AA yang masih buron. Foto : Wisnu.

"Selain Hendro yang sebelumnya kabur, masih ada lagi yakni KSM warga Sarirejo Kecamatan Pati, dan AA Warga Kutoharja Kecamatan Pati," timpalnya. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.