Header Ads

https://bizlawnews.id/

Kemenag Pati Masih Menunggu Informasi Resmi Vaksin Lanjutan untuk Calon Jamaah Haji

Vaksin Sinovac belum direkomendasikan WHO. Arab Saudi diinformasikan masih belum merekomendasikannya. CHJ Pati sudah divaksin dengan vaksin Sinovac. Masih menunggu informasi resmi dari Arab Saudi mengenai vaksin covid-19. Foto : Ist.

Pati -
Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati menegaskan, Vaksin Sinovac yang telah diberikan kepada Calon Jamaah Haji (CJH) dianggap tidak sesuai. Hal itu menyusul lantaran vaksin Sinovac masih belum diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

 Hal tersebut diungkapkan Kepala Seksi Urusan Haji Kemenag Pati, Abdul Hamid, beberapa waktu lalu. Saat ia mendampingi Kepala Kemenag Pati Ali Arifin, Hamid menandaskan, sebagian CJH sudah diberikan vaksin namun pemberian vaksin tersebut masih mengkhawatirkan dan menimbulkan masalah. Hal itu lantaran, vaksin yang disuntikkan untuk para CJH adalah vaksin sinovac yang hingga saat ini belum diakui oleh WHO.

Menurutnya, WHO saat ini baru merekomendasikan dua vaksin yang didistribusikan, yakni Vaksin Moderna dan Vaksin Pfizer.  Sementara dari pusat merekomendasikan Vaksin Sinovac yang diberikan secara gratis untuk diberikan kepada para CJH.

"Kita sudah koordinasi dengan Dinkes untuk di vaksin lagi, tapi katanya ditunda dulu, menunggu pemberitahuan resmi, karena jangan sampai terlanjur divaksin dari Arab Saudi tidak mau menerima. Apalagi dokter yang menangani juga tidak bisa memberikan tanggapan ketika kita melakukan koordinasi apabila vaksin yang sudah disuntikkan kepada para CJH ditolak oleh Arab Saudi," tandas Hamid.

Ia mengaku tidak mengetahui efek dari pemberian vaksin sinovac kepada para CJH. "Untuk efeknya sampai saat ini saya tidak tahu, intinya ketika WHO hanya merekomndasikan 2 vaksin. Untuk itu, Arab Saudi mengikutinya. Itu diberlakukan di seluruh dunia termasuk indonesia," pungkasnya. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.