Header Ads

https://daihatsu.co.id/

KPK Secepatnya Akan Dalami Peran Azis Syamsuddin dalam Kasus Dugaan Suap Penyidiknya

Ketua KPK Firli Bahuri saat konferensi pers perkembangan suap yang
dilakukan anak buahnya, Sabtu (24/4/2021). Foto: istimewa

Jakarta - Ulah seorang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bernama AKP Stepanus Robin Pattuju (Robin) yang menerima suap Rp1,3 miliar dari Rp1,5 miliar yang dijanjikan, telah mencoreng citra dan integritas lembaga antirasuah tersebut.

Meski Robin yang merupakan penyidik yang berasal dari Polri, seorang pengacara bernama Maskur Husain dan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial sudah ditahan, tapi KPK terus mengembangkan kasus tersebut.  

Ketua KPK Firli Bahuri menegaskan lembaga yang dipimpinnya akan selalu terbuka terhadap borok sendiri meski dengan konsekuensi dicaci masyarakat.

"Kami pastikan kepada seluruh rakyat Indonesia, kami akan tuntaskan setuntas-tuntasnya kasus suap penyidik KPK ini," ujarnya saat  konferensi pers, Sabtu (24/4/2021).

Dalam konferensi pers itu, Firli juga menyampaikan bakal memeriksa Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin yang tersangkut kasus itu secepatnya. 

Azis disebut-sebut terlibat mengenalkan penyidik KPK AKP Robin dengan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial terkait kasus suap yang tengah diselidiki.

"Itu kepentingan penyidikan secepatnya (pemeriksaan Azis Syamsuddin) seperti yang saya bilang tadi," ujar Firli lagi.
 
Firli juga mengungkapkan Azis bisa saja diperiksa minggu depan. Yang pasti, kata Firli, Azis pasti diperiksa dalam waktu dekat.

”Kalau bisa Senin kita periksa, kita periksa. Bisa Selasa, kita periksa. Secepatnya," tukasnya juga.

Firli lantas menjelaskan konstruksi kasus yang diduga menyeret Azis Syamsuddin yang merupakan politisi Partai Golkar tersebut.

Secara garis besar, ujar Filri lagi,  konstruksi perkara kasus dugaan suap ini bermula dari Wali Kota Syahrial yang menemui Azis Syamsuddin di rumah dinas Wakil Ketua DPR RI itu beberapa waktu lalu. 

Azis lantas memperkenalkan Syahrial dengan AKP Robin yang merupakan penyidik KPK. Syahrial lantas menyampaikan masalah hukumnya kepada Robin. 

Harapannya, Robin yang merupakan penyidik KPK, bisa membantunya menyelesaikan masalah itu.

Robin mengaku bersedia membantu bersama rekannya, seorang pengacara bernama Maskur Husain. 

Tapi ada syaratnya, Syahrial harus menyerahkan duit Rp 1,5 miliar. Maka ditransferlah secara mencicil uang itu ke rekening teman wanita Robin beberapa kali hingga mencapai total Rp1,3 miliar. Dari uang itu, Maskur Husain juga mendapatkan bagian. 

Meski gari besar kasus itu sudah jelas, Firli mengaku KPK hingga saat ini masih menggali motif di balik tindakan Azis.

"Yang pasti adalah selaku KPK yang diberi mandat untuk melakukan pemberantasan korupsi, KPK tidak berhenti mengungkap apa yang terjadi, perbuatan apa yang terjadi. Siapa yang melakukan? Perbuatan itu  merupakan pelanggaran hukum dan ada ketentuan pidananya. Ini akan dan terus digali. Dan tidak berhenti di sini," cetus Firli juga. 

Firli berjanji akan mengungkap seterang-terangnya dan menelusuri kaitan peran Azis dengan jabatannya sebagai Wakil Ketua DPR RI. (RED)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.