Header Ads

https://bizlawnews.id/

Menyoal Kegiatan Penambangan Ilegal di Desa Kusubibi Halsel


Halsel- 
Focus Groub Discossion (FGD) yang digelar Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Makiriwo Environment Halmahera Selatan (Halsel) Provinsi Maluku Utara pada Sabtu (10/04/2021) di Warung Kopi Stereck Desa Tomori, Kecamatan Bacan, membahas soal pertambangan ilegal yang terdapat di Desa Kusubibi.

Ongki Nyong, Ketua Lembaga Bantuan Hukum (Justice) ketika dikonfirmasi, pihaknya merasa kecewa atas peristiwa hukum saat ini terjadi di tambang rakyat di Desa Kusubibi, akan tetapi tidak seriusi secara baik oleh yang berwenang.

"Dari segi hukum pertambangan rakyat desa Kusubibi itu sudah beroprasi selama satu tahun lebih hanya terjadi kekosongan hukum. Dalam artian menata menertibkan supaya jangan terjadi kekosongan hukum  sehingga tidak terjadi impilikasi - impilikasi hukum, seperti tindakan kriminal, pembunuhan, pemerkosaan, tindakan asusila, peredaran narkoba dan minuman keras yang kesemuanya kerap terjadi di lokasi pertambangan," ujarnya.

Lanjut Ongki, yang kita sesalkan itu tidak ada tindakan hukum dari pemerintah baik dari penegak hukum atau pemerintah daerah mengijinkan beroperasi diawal Febuari tahun 2020. "Seharusnya bahasa mengijinkan itu ada intrumen soal tambang yang bupati ijinkan sehingga menjadi peganaan bagi penambang yang ada disana," papar Ongki.

Senada, Wakapolres Halsel Kompol Rusli Mangoda menandaskan, pihaknya akan mendorong dan menyampaikan ke pemerintah daerah agar bentuk tim untuk bersama meninjau lokasi pertambangan yang saat ini masih ilegal. (UDI)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.