Header Ads

https://bizlawnews.id/

PKH Tikep Gandang FORSPAR Malut Lakukan Peningkatan Kapasitas KPM


Tidore
 - Program Keluarga Harapan (PKH) Kota Tidore Kepulauan menggelar Pertemuan Peningkatan Kapasitas Keluarga (P2K2) dengan menggandeng Forum Studi Perempuan Maluku Utara (FORSPAR Malut) sebagai narasumber dan mitra koordinasi antar lembaga untuk peningkatkan kapasitas dengan mengusung tema Menjadi Perempuan Tangguh; Peran dan Tantangan yang bertempat di Pantai Wisata Akesahu, Sabtu 3/4/2021.

Pendamping PKH Kecataman Tidore Astri Hasan dalam kesempatan tersebut mengatakan, "Tujuan digelar kegiatan ini untuk memberikan edukasi kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH terkait keperempuanan agar mereka mampu berdaya dalam melaksanakan peran sebagai perempuan, serta mensosialisasi Peraturan Daerah yang dapat melindungi mereka disaat mengalami kekerasan," kata Astri.

Kegiatan peningkatan Kapasitas Keluarga Penerima Manfaat (KPM) ini menggandeng FORSPAR Malut dan Perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Tidore Kepulauan untuk menajadi narasumber. FORSPAR Malut memaparkan kasus kekerasan terhadap Perempuan dan Anak di Kota Tidore Kepulauan, sedangkan Perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak memaparkan Peraturan Daerah Perlindungan Perempuan & Anak Korban Kekerasan. 

Astri juga menambahkan kegiatan peningkatan Kapasitas KPM yang mayoritas adalah Ibu Rumah Tangga dengan mengusung Tema Menjadi Perempuan Tangguh; Peran dan Tantangan ini terakumulasi pada modul P2K2 Pengasuhan dan Pendidikan Anak serta Modul  Perlindungan Anak.

"Dengan adanya peningkatan Kapasitas ini, harapan kami Para Ibu Rumah Tangga yang terhimpun dalam Kelompok Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dapat mengaktualisasikan perannya sebagai perempuan yang berdaya, serta mendapat edukasi yang baik dalam mendidik anak," jelas Astri.

Sementara itu Direktur Forum Studi Perempuan Maluku Utara (FORSPAR Malut) Hadinda Usman dalam kegiatan tersebut mengatakan, FORSPAR Malut sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat yang bergerak di bidang pendampingan korban kasus kekerasan terhadap Perempuan dan anak akhir-akhir ini melihat peningkatan kasus kekerasan terhadap anak perempuan.

 "Langkah untuk mencegah terjadinya kasus kekerasan terhadap anak, perlu adanya ketegasan orang tua dalam mengawasi aktivitas anak, terutama di handphone, jangan sampai orang tua terlalu sibuk sehingga lupa mengawasi anak,"  tegas Hadinda.


Hadinda juga menambahkan soal peran Pemerintah dalam hal ini Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak Kota Tidore Kepulauan agar mampu melihat kondisi persoalan secara riil dan lebih ditingkatkan lagi soal kepekaan dalam bentuk eksekusi aksi nyata, baik dalam sosialisasi Peraturan Daerah maupun membangun sinergitas lembaga.

"FORSPAR Malut juga menjadi salah satu LSM yang turut mendorong Perda Perlindungan Perempuan dan Anak di Kota Tidore Kepulauan untuk disahkan, jadi kami berharap dari Dinas juga harus gencar memberikan sosialisasi dan aksi nyata yang tertuang dalam Perda tersebut," tutup Hadinda.(LAK)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.