Header Ads

https://bizlawnews.id/

Akhir Mei, Kemenag Luncuran Buku Nikah Digital

 

Banyaknya kasus pemalsuan buku nikah mendorong Kementerian Agama (Kemenag) segera akan meluncurkan buku nikah digital. Rencananya akan diluncurkan pada akhir Mei 2021 ini. Foto: istimewa

JAKARTA
- Banyaknya kasus pemalsuan buku nikah mendorong Kementerian Agama (Kemenag) meluncurkan kartu nikah digital akhir bulan ini.

Kartu nikah digital juga bisa menghindarkan seseorang dari praktik penipuan yang dilakukan oleh salah satu pasangan. Kartu nikah digital ini merupakan salah satu bagian revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) dalam memberikan kemudahan dan layanan berkualitas kepada masyarakat.

"Ada banyak manfaat kartu nikah digital. Pertama, kecepatan mengakses data diri dari pasangan suami istri sebagaimana tertera dalam kartu tersebut," ujar Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah Kemenag, Muharam Marzuki dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (19/5/2021).

Dia mengatakan, banyak manfaat dengan diluncurkannya kartu nikah digital. Salah satunya pasangan pengantin tak perlu ribet membawa buku nikah ketika bepergian, kini tinggal menunjukkan kartu digital saat ada pengecekan.

"Kita juga bisa mengecek benarkah mereka berdua benar-benar pasangan suami istri. Kemudian kita juga bisa mengecek secara cepat kapan menikahnya. Jadi susah mau nipu-nipu, 'oh saya belum nikah', nanti ketahuan dari kartu tersebut," ulasnya.

Dia menambahkan, kehadiran kartu nikah digital juga mempercepat layanan bagi pasangan pengantin. Sebab, pasangan pengantin yang baru melangsungkan pernikahan bisa langsung menerima kartu nikah digital secara online yang dikirim melalui nomor WhatsApp maupun alamat email.

"Itu sudah terakses dari pihak KUA bisa langsung mengirim ke nomor telepon atau email yang didaftarkan. Itu sudah mengurangi waktu, biaya. Dari sisi kecepatan pun cepat," ungkapnya.

Digitalisasi kartu nikah ini akan menjangkau seluruh kantor urusan agama di seluruh Indonesia. "Nantinya ini akan berlaku di KUA yang ada di seluruh Indonesia. Jadi, kebijakan ini tidak berlaku di KUA satu daerah saja, tapi di seluruh KUA nasional," imbuhnya.

Menanggapi rencana tersebut, Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendukung rencana Kemenag meluncurkan kartu nikah digital untuk mempermudah masyarakat, khususnya pasangan suami istri. "Tapi, yang harus diingat agar digitalisasi kartu nikah terintegrasi dengan data kependudukan lainnya," sarannya.

Menurutnya, buku nikah digital yang terkoneksi atau terintegrasi dengan seluruh data lain memudahkan masyarakat mengurus berbagai keperluan terkait. "Jadi harus terintegrasi dengan e-KTP, akta, Kartu Keluarga (KK), bahkan BPJS dan NPWP," imbaunya lagi.

Ketua Dewan Kehormatan Kadin Jawa Timur itu mengatakan kartu nikah digital merupakan bagian dari program revitalisasi kantor urusan agama (KUA) dalam memberikan kemudahan layanan dan kualitas kepada masyarakat. "Peluncura kartu nikah digital merupakan salah satu inovasi dan memiliki sisi praktis tinggi. Dengan diluncurkannya produk ini, Kemenag sudah mengikuti perkembangan zaman revolusi industri 4.0," terangnya. (WF/NL)


#bukunikahdigital

#kua

#kemenag

#dpdri

#lanyalla

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.