Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Beredar Informasi Puluhan Penyidik KPK Tidak Lolos Seleksi dan Terancam Diberhentikan; Sekjend KPK Tegaskan Itu Tidak Benar

Puluhan penyidik KPK termasuk penyidik senior Novel Baswedan dikabarkan tidak lolos seleksi untuk alih status menjadi ASN. Foto : Ilustrasi. 

Jakarta 
-Puluhan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan tidak lolos seleksi menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN). Seleksi itu sebagai syarat alih status dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) menjadi ASN. 

Meski lembaga antirasuah itu belum mengumumkan secara resmi nama-nama pegawainya yang lolos menjadi ASN, namun beredar sejumlah pegawai KPK seperti penyidik senior  Novel Baswedan dan puluhan pegawai lain yang berintegritas akan diberhentikan mulai 1 Juni 2021 mendatang.

Pelaksana tugas (Plt) Juru Bicara KPK Ali Fikri menyebut pihaknya bakal menyampaikan hasil asesmen secara resmi tentang wawasan kebangsaan para pegawai antikorupsi itu secepatnya. 

Hal tersebut menanggapi adanya puluhan pegawai KPK tidak lulus tes tersebut. KPK, katanya juga, memastikan akan menyampaikan hasilnya kepada publik dalam waktu dekat.

Ali juga membenarkan bahwa pihaknya telah menerima hasil asesmen Wawasan Kebangsaan yang diserahkan pihak Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI tanggal 27 April 2021 lalu.

"Namun mengenai hasilnya, sejauh ini belum diketahui karena informasi yang kami terima data dimaksud belum diumumkan," kata Ali dalam keterangan resminya, Senin (3/5/2021).

Dari informasi yang dihimpun, sekitar 70 hingga 80 pegawai KPK dianggap tidak lolos tes tersebut. "(Ada) 70-80 orang yang enggak lolos," kata sumber internal KPK.

Sedangkan Sekretaris Jenderal (Sekjen) KPK Cahya Harefa mengatakan terkait beredarnya kabar yang menyebut puluhan pegawai KPK bakal dipecat akibat tak lulus hasil Asesmen Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dari BKN tidak benar.

Lantaran hasil tes sejauh ini masih tersegel dan belum diumumkan sama sekali di internal KPK. "Saat ini hasil penilaian Asesmen TWK itu masih tersegel dan disimpan aman di gedung Merah Putih KPK dan akan diumumkan dalam waktu dekat sebagai bentuk transparansi kepada seluruh pemangku kepentingan KPK," kata Cahya dalam keterangannya, Selasa (4/5/2021).

Adapun hasil tes tersebut merupakan penilaian dari 1.349 pegawai KPK yang telah mengikuti asesmen tes sebagai syarat pengalihan Pegawai KPK menjadi ASN.

Hal ini sebagaimana diatur melalui Peraturan Komisi Nomor 1 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pengalihan Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi Pegawai Aparatur Sipil Negara.

Cahya juga berharap publik untuk tidak berpolemik lebih dulu, mengingat hasil tes tersebut belum sampai tahap diumumkan. ”Kami menegaskan agar media dan publik berpegang pada informasi resmi kelembagaan KPK," cetusnya juga. (WF/SC)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.