Header Ads

https://bizlawnews.id/

Denny Indrayana Dilaporkan Komisioner KPU Banjar Atas Dugaan Pemalsuan Dokumen

 

Denny Indrayana. Foto: Istimewa

KALSEL- Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Kalimantan Selatan segera memanggil Denny Indrayana. Paslon 02 dalam Pemilihan Gubernur Kalsel itu dilaporkan Komisioner KPU Banjar Abdul Muthalib atas dugaan pemalsuan dokumen.

"Tentunya penyidik harus memeriksa Denny sebagai pihak yang menggunakan dokumen ketika sidang di Mahkamah Konstitusi yang kini dipersoalkan pelapor,"  kata Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol Mochamad Rifa'i, Selasa (18/5/2021).

Diketahui Denny sebagai pemohon di MK menyebut adanya rekayasa perolehan suara pada Pilgub Kalsel Tahun 2020 di Kabupaten Banjar. Berdasarkan surat yang ditandatangani Abdul Mutalib, ada pengurangan suara kepada pemohon dengan mengganti 20 kotak suara di Kabupaten Banjar.

Namun Abdul Mutalib menegaskan surat yang ditunjukkan di sidang MK bukanlah dia yang buat apalagi sampai menandatangani. Tak terima pencatutan itu, dia pun melapor ke Polda Kalsel dan berharap fakta sebenarnya bisa terungkap.

Pada Senin (17/5/2021) penyidik telah mengkonfrontir Abdul Mutalib sebagai pelapor dan saksi bernama Mahdianoor yang ketika pada persidangan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilgub Kalsel di Mahkamah Konstitusi disebut Mister X. 

Penyidik telah menyita seluruh dokumen di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada wilayah yang nantinya menggelar pemungutan suara ulang (PSU) Pilgub Kalsel di Kabupaten Banjar.

Selain menjadwalkan pemanggilan terhadap Denny Indrayana, penyidik juga akan memeriksa pihak pencetak kotak suara dan surat suara guna mengetahui berapa jumlah yang diterbitkan. 

Kemudian berapa banyak yang diterima KPU Provinsi pada hasil Pilkada 2020. Nantinya dapat diketahui apakah terjadi penggelembungan suara atau tidak.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban dari Denny Indaraya saat dihubungi perihal pemanggilan tersebut. (WF/RED)

#dennyindrayana
#dugaanpemalsuandokumen
#pilgubkalsel
#pilkada2020

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.