Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Israel Siapkan Penyerangan Darat; 109 Warga Palestina Wafat

 

Serangan rudal  pesawat tempur Israel menghancurkan pemukiman warga Palestina di Jalur Gaza, Jumat (14/5/2021). Foto: antara

Palestina -Pertempuran terus berkobar antara milisi Palestina (Hamas) dan Israel yang membuat jumlah korban jiwa, terutama di wilayah Gaza bertambah. 

Seperti dikutip dari kantor berita Al Jazeera, ada 100 lebih korban jiwa di Jalur Gaza dan beberapa di antaranya adalah perempuan dan  anak-anak akibat tempat tinggal mereka dibombardir oleh pesawat-pesawat Negeri Zionis itu.  

"Ada 109 orang yang tewas, termasuk 28 anak-anak dan 11 perempuan. Jumlah korban luka-luka ada 580 sejak serangan diluncurkan oleh militer Israel pada Senin  lalu," ujar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Palestina di Jalur Gaza, (14/5/2021).  

Kemenkes Palestina juga mengatakan bahwa terus bertambahnya jumlah korban membuat tekanan kepada sistem kesehatan nasional negara terjajah tersebeut. Lantaran saat bersamaan, Palestina masih menghadapi ancaman pandemi COVID-19.  

Sejauh ini, baik Palestina maupun Israel belum memiliki niatan untuk menghentikan serangan. 

Juru bicara Angkatan Bersenjata Israel (IDF), Brigjen Hidai Zilberman, mengatakan bahwa gencatan senjata bukan jargon yang bisa ia ucapkan setidaknya untuk 1-2 hari ke depan. 

"Kami sudah membunuh 80-90 militan (Hamas)," klaim Zilberman. Ia menambahkan bahwa satuannya juga mulai membangun kekuatan di perbatasan Gaza. Namun, satuannya membantah konsentrasi kekuatan di perbatasan Gaza menandakan serangan darat akan terjadi dalam waktu dekat ini.  

Meski begitu, Zilberman mengakui kepada media lokal dalam sebuah jumpa pers bahwa persiapan untuk kemungkinan serangan darat memang tengah dilakukan. 

Ia juga mengatakan, IDF telah mengerahkan pasukan darat tambahan yang berasal dari Brigade Pasukan Para, Brigade Infanteri Golani dan Brigade Lapis Baja ke-7 di perbatasan Gaza, bersama tank dan kendaraan militer pengangkut personel lapis baja.

Keputusan apakah akan menyerang Jalur Gaza, yang dikontrol oleh kelompok Hamas, kata Zilberman juga, terserah pada pemerintah Israel, tetapi jika persetujuan diberikan, maka serangan itu akan menjadi yang pertama ke wilayah tersebut sejak Israel menginvasi Jalur Gaza pada 2014 silam.

Pejuang Hamas melancarkan rangkaian serangan roket hari Kamis (13/5/2021) ke wilayah Israel setelah salah seorang komandan paling senior kelompok itu, Bassem Issa, tewas dalam serangan udara Israel.

Artileri militer Israel menembaki sasaran di Jalur Gaza Kamis (12/5). Puluhan tank milik IDF juga bersiap melakukan serang darat ke wilayah Palestina. Foto: ap photo

PBB telah memperingatkan bahwa konflik yang dimulai pada pertengahan April dengan bentrokan di jalan-jalan Yerusalem itu berisiko “meningkat menuju perang berskala penuh.” Baik Israel maupun Palestina menganggap Yerusalem sebagai ibu kota masing-masing.

Sedangkan juru bicara Hamas, Abu Ubaida, bergeming atas pernyataan pihak Israel. Ia berkata, Hamas siap merespon apa pun strategi yang bakal dipakai oleh Militer Israel.  

"Silakan bangun kekuatan kalian, baik di udara, darat, maupun lautan. Kami siap berjuang hingga titik darah penghabisan," ujar Abu Ubaida soal situasi di Jalur Gaza.

Hingga berita ini ditulis, ketegangan antara Palestina dan Israel sudah berlangsung selama nyaris sepekan. Hal itu bermula dari langkah Israel yang hendak menggusur warga Palestina dari kawasan Sheikh Jarrah. 

Padahal, Sheikh Jarrah adalah wilayah yang diakui sebagai bagian Palestina.  Warga yang menolak penggusuran itu kemudian menggelar perlawanan. Perlawanan pertama berupa unjuk rasa di kawasan Masjid Al-Aqsa pada pekan lalu. 

Israel merespon keras unjuk rasa itu, berujung pada bentrok antara warga dan aparat. Dari sana, situasi berkembang hingga pertempuran antara pejuang Palestina dengan militer Israel di mana Jalur Gaza menjadi titik terpanasnya. (tim redaksi)

#gaza membara
#perang palestina-israel
#israel bombardir jalur gaza
#puluhan warga sipil palestina tewas
#israel bersiap invasi jalur gaza 
#perampasan tanah warga palestina

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.