Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Kasus Dugaan Penyalahgunaan Bankeu Provinsi Jateng untuk Desa Bakalan, Pati Masih Jalan Ditempat

Kasus dugaan penyalahgunaan anggaran Bankeu Provinsi Jawa Tengah untuk Desa Bakalan, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati dinilai masih belum ada kelanjutannya. Foto : Wisnu.

PATI
- Perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dari anggaran Bantuan Keuangan (Bankeu) Provinsi Jawa Tengah tahun 2020 yang menyeret nama mantan Kepala Desa Bakalan Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, MRY terkesan diam di tempat. Hingga saat ini, Kejaksaan Negeri Pati belum juga menetapkan tersangka terhadap pelaku yang dianggap terlibat dalam penggunaan anggaran tersebut.

Sesuai informasi Bankeu yang diterima sebesar Rp 275 juta, yang digunakan untuk pekerjaan fisik di dua titik, namun diduga tidak ada pekerjaannya alias diduga fiktif. Kasus ini sudah ditangani Kejaksaan Negeri Pati sejak beberapa bulan lalu, hanya saja terkesan tidak ada kemajuan dalam penanganan perkaranya. 

"Kita sudah selesai melakukan penyelidikan, dan sudah lama kita limpahkan ke bidang Pidana Khusus (Pidsus)," ungkap Kasiintel Kejaksaa Negeri (Kejari) Pati Sasmito, Rabu (19/5/2021).

Sasmito mengungkapkan bahwa penyelidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh mantan Kepala Desa Bakalan sudah selesai sejak Februari 2020 lalu, sehingga untuk perkembangannya sekarang adalah kewenangan Pidsus.

"Kalau perkembangan itu sudah menjadi kewenangan Pidsus, karena sudah kita limpahkan," ujarnya.

Hal senada disampaikan Kepala Seksi Pidana Kusus (Pidsus) Hery Setiawan saat dikonfirmasi membenarkan bahwa pihaknya mengaku sudah menerima pelimpahan perkara yang mencatut mantan Kepala Desa Bakalan, hanya saja untuk perkembangan kasus tersebut adalah kewenangan Ketua Tim yakni Andri yang saat ini menjabat sebagai Kasi Perdata dan Tata Usaha (Datun).

“Sampeyan langsung koordinasi sama ketua tim pak Andri saja gih, untuk perkembangannya," singkat Hery.

Sementara itu, Kasi Datun Andri Winanto, selaku Ketua Tim Penanganan perkara tersebut mengaku bahwa perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

“Masih dalam tahap penyelidikan,” jawabnya.

Ketika ditanya apakah yang bersangkutan selama ini pernah dipanggil ke Kantor Kejaksaan Negeri Pati untuk dikonfirmasi, dirinya mengaku bahwa itu bukan kewenangannya. “Wah kalau itu bukan kewenangan saya untuk menjawab Mas, porsinya bukan wilayah saya,” cetusnya.

Meski ditunjuk sebagai ketua tim dalam proses penanganan perkara yang mejerat mantan Kades Bakalan, ia mengaku tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut sebelum mendapat delegasi dari pimpinan Kantor Kejaksaan Negeri Pati.

“Iya betul, tapi kalau terkait informasi perkara langsung kepada Kasi yang membidangi. Kecuali pendelegasian terkait informasi dari pimpinan. Nanti saya yang disalahkan,” pungkasnya.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.