Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Lagi, Kasus Suket Rapidtest Antigen Palsu Terungkap

 

Kasus surat keterangan rapid test antigen palsu 
diungkap oleh Polres Kapuas, Kamis (6/5/2021). Foto: ANTARA

Kapuas - Makin banyak saja oknum yang mencari keuntungan pribadi memanfaatkan kesulitan  masyarakat di tengah Pandemi COVID-19. Kembali polisi membongkar kasus penjualan surat palsu bebas virus COVID-19.

Kali ini, Polres Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah menangkap lima orang terduga pelaku pembuatan surat palsu bebas COVID-19, Kamis (6/5/2021).

Salah satu dari lima pelaku itu adalah oknum perawat yang merupakan pembuat surat palsu tersebut.

"Pengungkapan kasus surat bebas Corona terjadi di wilayah pos penyekatan arus mudik perbatasan Anjir Km 12 Kecamatan Kapuas Timur. Kami telah mengamankan lima orang pelaku yang memanfaatkan situasi saat ini, menggunakan dan membuat surat keterangan bebas COVID-19 palsu,” terang Kapolres Kapuas AKBP Manang Soebeti dalam konferensi pers di Mapolres Kapuas, Kamis (6/5/2021).

Kelima pelaku tersebut ditangkap petugas di lokasi berbeda dalam waktu berdekatan. Polisi terlebih dahulu menangkap empat pelaku yakni sebagai pengguna surat keterangan bebas COVID-19 berinisial HN, AR, MR dan MN. 

Mereka dipergoki saat ingin masuk wilayah Kabupaten Kapuas dengan menunjukkan surat keterangan hasil rapid test antigen dengan hasil negatif. Tapi polisi yang berjaga melihat ada kejanggalan dalam surat keterangan yang diperlihatkan oleh keempat orang tersebut.

Polisi lantas  menelusuri surat yang diperoleh para pelaku. Ternyata surat itu palsu dan mereka mengaku mendapat surat tersebut dari seseorang yang saat ini masih dalam pengejaran polisi.

Keempat pria itu mengaku mendapatkan surat keterangan surat palsu dengan cara membayar Rp100 ribu per lembar. Surat tersebut, digunakan agar mempermudah mereka masuk di wilayah perbatasan antara Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Batola, Provinsi Kalimantan Selatan.

Empat orang pengguna surat rapid test antigen Ini merupakan para pedagang pasar dadakan warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Mereka berjualan di pasar dadakan di wilayah Kabupaten Pulang Pisau.

Pada waktu yang berbeda, polisi menangkap MR yang merupakan pembuat surat keterangan palsu swab antigen. 

Penangkapan ini berawal ketika petugas memeriksa salah seorang warga Banjarmasin yang ingin masuk pos pemeriksaan penyekatan arus mudik perbatasan.

Petugas mendapati surat yang diberikan hasil rapid test antigen diduga palsu. Saat ditanya, warga yang membawa surat rapid test antigen itu mengaku membeli dari pelaku MR yang merupakan oknum perawat yang bekerja di salah satu klinik di Banjarmasin.

“Pelaku MR ini bekerja di salah satu klinik sebagai perawat membuat surat keterangan palsu. Satu lembar surat palsu dihargai Rp220 ribu oleh pelaku,” jelasnya.

Selain mengamankan kelima pengguna surat rapid test antigen palsu dan pembuat surat keterangan bebas COVID-19 palsu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa surat palsu hasil tes anti bodi dan surat palsu rapid test antigen.

Selain itu juga, turut disita satu unit laptop dan printer untuk membuat surat, alat rapid  test antigen, uang ratusan ribu yang diduga hasil pembuatan surat keterangan palsu dan sejumlah barang bukti terkait lainnya.

”Atas perbuatan kelima pelaku kami jerat dengan Pasal 263 ayat 1 KUHP karena membuat atau memalsukan surat dengan ancaman kurungan di atas enam tahun penjara,” papar juga perwira menengah Polri ini lagi. 

Kasus surat rapid test antigen palsu juga pernah dibongkar polisi di Kalimanten Tengah. Polisi mengamankan Aditya Dories Pratama seorang pelaksana lapangan proyek pembangunan hotel Kalimantan Tengah pada Rabu (14/10/2020).

Aditya ingin membantu delapan pekerjanya yang pulang ke Pulau Jawa dengan memalsukan surat keterangan hasil rapid test COVID-19  dengan hasil negatif.

Modus yang digunakan adalah dengan memindai dan menyunting selembar surat keterangan rapid test asli yang diterbitkan sebuah laboratorium kesehatan di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Setelah selesai, hasil editan tersebut dicetak sebanyak delapan lembar di Bali Indah Photo Pangkalan Bun. Mendapati surat rapid test antigen palsu, petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP)  segera melapor ke Polres Kotawaringin Barat.

Kasus surat rapid test antigen untuk tanda bebas COVID-19 juga diungkap petugas di Surabaya, Jawa Timur, Makassar, Sulawesi Selatan dan yang diungkap polisi dua hari lalu di Cianjur, Jawa Barat. (WF)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.