Header Ads

https://daihatsu.co.id/

PA Pati Menunggu Perkembangan Laporan Akta Cerai Palsu dari Polres

Juru Bicara Pengadilan Agama Pati Sutiyo. Foto : Wisnu.

PATI
-  Pengadilan Agama (PA) Pati masih menunggu perkembangan dugaan akta cerai palsu yang dilaporkan ke Polres Pati. Laporan akta cerai palsu yang disampaikan sejak awal April 2021 lalu sampai saat ini belum diketahui prosesnya lantaran dari Polres sendiri belum memanggil pihak PA untuk dimintai keterangan.

Juru Bicara (Jubir) Pengadilan Agama Pati Sutiyo kepada wartawan, Selasa (18/5), mengatakan, laporan dugaan penyalahgunaan akta cerai palsu yang dilakukan oleh salah satu oknum Kepala Desa (Kades) di Kecamatan Winong Kabupaten Pati yakni UB sudah dilaporkan sejak awal April lalu, hanya saja sudah hampir 1 bulan lebih belum ada perkembangan atau informasi dari Polres Pati.

"Kita masih menunggu, dan laporannya sudah hampir 1 bulan lebih yang disampaikan secara institusi oleh PA," ungkap Sutiyo.

Menurutnya, laporan yang disampaikan oleh PA ke Polres Pati dilakukan secara resmi yang ditanda tangani oleh Ketua PA Pati, bahkan untuk laporannya sendiri dibuat secara tertulis dan sudah diterima oleh pihak Polres Pati.

"Yang melaporkan ke Polres Pati adalah Panitera dan Sekretaris," tambah Sutiyo.

Sejauh ini, lanjutnya, pihak PA hanya sebatas melaporkan, sebab soal penyidikan dan penyelidikan adalah kewenangan Kepolisian, namun di internal PA sudah melakukan penyelidikan apabila ada oknum PA sendiri yang terlibat, hanya saja sampai saat ini belum ada.

"PA juga sudah melakukan penyelidikan internal, jangan sampai ada internal kita yang terlibat, namun sampai saat ini belum ada indikasi atau pelaku di internal kami (PA, -red) yang melakukan. Apabila terbukti ada yang terlibat maka akan ditindak tegas oleh pimpinan," ancamnya.

Diakuinya, Tim Pengadilan Tinggi Agama Jateng juga sudah turun ke Kecamatan Winong. Hal itu dilakukan untuk mencari tahu apabila ada keterlibatan di PA Pati. Hanya saja saat tim turun hanya bertemu dengan Sekdes, lantaran Kades sendiri saat itu sedang ada agenda di Kabupaten.

"Pihak Pengadilan Tinggi Agama Jateng sangat merespon kasus ini, agar segera ditindak lanjuti, sebab di Pati baru kali ini terjadi, dan dianggap sangat mencederai nama institusi," tandasnya.

Sementara Kasatreskrim Polres Pati Iptu Ghala Rimba Doa Sirrang ketika dikonfirmasi melalui pesan whats app mengaku bahwa kasus dugaan akta cerai palsu saat ini sedang ditangani unit Tindak Pidana Umum (Tipidum), dan masih dalam proses penyelidikan.

"Itu sedang ditangani unit Tipidum, masih proses penyelidikan," ujarnya singkat.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.