Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Pernyataan Kajari Pati Dinilai Menyinggung Profesi Wartawan


PATI
- Pernyataan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pati Mahmudi saat memberikan penyuluhan hukum untuk Kepala Desa se-Kabupaten Pati nampaknya menuai kontraversi bagi sejumlah awak media. Pernyataan tersebut dianggap menghina profesi wartawan yang seharusnya menjadi mitra kerja dalam menyampaikan informasi.

Tugas wartawan adalah menyampaikan informasi, apabila Mahmudi mengatakan bahwa segala berita tidak akan ditindaklanjuti bahkan mengaku tidak akan ngefek dengan pemberitaan yang ditulis wartawan, itu artinya Kajari menghina profesi para wartawan dalam menyampaikan berita dan informasi. 

”Bapak ibu tidak usah takut dengan oknum LSM dan Wartawan, seandainya bapak ibu dilaporankan ke Kejaksaan, laporanya tidak akan saya tanggapi, meskipun kesalahan bapak ibu diberitakan, saya juga tidak akan ngefek,” kata Mahmudi saat sosialisasi di beberapa kecamatan di Pati.

Dalam pernyataannya lagi, Mahmudi juga menghimbau kepada para Kepala Desa agar jangan takut dengan tekanan dari pihak ketiga, seperti oknum LSM dan oknum wartawan yang mencari cari kesalahan dan jangan percaya kalau ada oknum LSM dan wartawan yang mengaku ngaku kenal dengannya.

"Berdasarkan instruksi Jaksa Agung Nomor 1 Tahun 2001, bahwa media adalah mitra Kejaksaan. Bahkan, jika dahulunya, wartawan hanya membutuhkan berita dari Kejaksaan, kini sudah bertransformasi bahwa Kejaksaan juga membutuhkan wartawan untuk memberitakan hal hal yang menjadi kinerja di Kejaksaan, bukan menyudutkan bahkan menghina profesi wartawan di hadapan publik," ungkap Puguh, salah satu wartawan media online, Senin (10/5/2021).

Sebelumnya, sejumlah wartawan yang tersinggung dengan pernyataan Kajari Pati, sempat membuat pemberitaan dengan apa yang disampaikan oleh orang nomor 1 di Korps Adhyaksa Pati itu. Hanya saja dari pemberitaan itu membuat Kajari gerah dan ingin mengklarifikasi pada Senin (10/5/2021). 

Diungkapkan Puguh, wartawan tidak mau kalau hanya klarifikasi dengan mengundang beberapa awak media, namun Kajari harus membuat pertemuan jumpa pers supaya ada keterbukaan informasi publik dengan mengundang sejumlah wartawan yang menerbitkan pemberitaan tentang pernyataan yang disampaikan oleh Kejari dihadapan para Kepala Desa.

"Saya sudah menghadap ke Pak Kajari, dan permintaan para wartawan sudah saya sampaikan. Untuk pertemuan dengan Kajari yakni jumpa pers, nanti akan dijadwalkan kembali," ungkap Kasiintel Kejari Pati Sasmito ketika dikonfirmasi melalui pesawat selulernya.(WIS).

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.