Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Polisi Gagalkan Pengiriman Ratusan Motor dan Mobil Bodong Lintas Negara

Sembilan tersangka yang berhasil diamankan tim dari Polda Jawa Tengah dibantu tim Polres Pati dalam penyergapan gudang mobil dan motor bodong yang akan diperdagangkan lintas negara. Diduga mobil dan motor bodong itu merupakan hasil tindak kejahatan. Foto : Wisnu/Biro Pati.

PATI
- Polisi mengamankan sembilan tersangka beserta ratusan barang bukti motor dan mobil bodong yang disimpan di gudang meubel jalan raya Pati-Juwana Desa Gadingrejo Kecamatan Juwana Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Sembilan tersangka yang diamankan ini adalah sindikat motor dan mobil bodong yang sudah lama beroperasi untuk melakukan pengiriman ke lintas negara.

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, penyergapan dilakukan oleh anggota reskrim Polsek Juwana pada 19 Mei 2021 lalu. Informasi itu diterima atas kecurigaan warga, dengan adanya gudang dengan pagar tinggi dan dijaga oleh dua satpam."Di gudang itu juga ada aktivitas keluar masuk truk kontainer. Setelah dilakukan penyelidikan, ternyata gudang bekas meubel yang sudah tidak terpakai yang oleh para tersangka digunakan untuk menimbun motor dan mobil bodong."Katanya Jumat (28/5/2021) saat menggelar konferensi pers di TKP.

Kapolda Jawa Tengah Irjend Pol Ahmad Luthfi saat menggelar jumpa pers pada Kamis (28/5). Foto : Wisnu.

Mengetahui masih ada aktivitas, sekitar pukul 20.00 WIB, anggota Polres Pati melakukan penyergapan di gudang tersebut. Mulanya sempat dihalangi oleh satpam yang berjaga di gudang itu, akan tetapi petugas memaksa masuk dengan melompat pagar."Setelah masuk, petugas mengamankan tujuh tersangka dan barang bukti berupa 2 truk kontainer, 11 unit mobil dan 57 unit sepeda motor," ujarnya. 

Jendral Bintang Dua itu juga mengaku bahwa motor dan mobil yang disimpan itu, dari hasil keterangan para tersangka membelinya secara online dengan sistem pembayaran cash on delivery (COD). Satu unit motor dibeli dengan harga Rp 5 juta hingga Rp.6,3 juta tanpa STNK dan BPKB. Sedangkan untuk mobil dibeli dengan harga Rp 50 juta hingga Rp 54 juta per unitnya."Diduga mobil dan motor itu hasil dari tindak kejahatan yang akan dijual kepada seseorang berinisial A yang berada di Negara Timor Leste," ungkapnya.

Barang bukti mobil dan motor modong yang siap dikirimkan lintas negara. Foto : Wisnu.

Meski begitu, dari hasil pengembangan, Rupanya sudah ada 246 unit motor dan 28 unit mobil yang siap kirim dan sudah berada di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang."Pengembangan dari anggota kami, ada Motor dan mobil yang sudah siap dikirim ke Timor Leste, hanya saja dari petugas kami berhasil menggagalkan pengiriman itu,"pungkasnya. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.