Header Ads

https://bizlawnews.id/

Telan Anggaran Rp3 miliar lebih; Pasar Rakyat Wedarijaksa di Pati Terlihat Rusak Meski Belum Ditempati

Meskipun belum ditempati pedagan, Pasar Rakyat Wedarijaksa di Kabupaten Pati terlihat banyak yang rusak, padahal baru dibuat pada 2019. Disebut-sebut, pasar yang menghabiskan anggaran Rp3 miliar lebih ini belum diserahkan ke Pemerinah Kabupaten Pati karena anggarannya dari Pemerintah Pusat. Foto : Wisnu.

PATI
- Pembangunan pasar di Kecamatan Wedarijaksa Kabupaten Pati Jawa Tengah diduga tidak optimal pengerjaannya. Pasalnya, pasar yang hingga kini belum ditempati sejak selesai dikerjakan pada 2019 lalu sudah terlihat rusak dan hanya terbengkalai.

Kerusakan pasar yang baru dibangun terjadi pada beberapa plavon di atap pasar dan parit yang sudah ambrol, bahkan untuk atap juga sudah terlihat bergelombang, padahal sejak selesai dikerjakan pasar itu belum ditempati dan hanya dikunci.

"Ada beberapa plavon yang ambrol, termasuk parit, dan atap yang terlihat bergelombang," ungkap Kepala Pasar Wedarijaksa Kardono kepada wartawan Kamis (20/5/2021).

Terlihat saluran air di kios pasar dan bagian-bagian lainnya mengalami kerusakan. Foto : Wisnu.

Sesuai informasi pembangunan pasar itu diambil dari anggaran pusat, hanya saja berapa nilainya tidak diketahui, karena sejauh ini belum ada penyerahan dari pusat maupun dari dinas untuk tanggung jawab pasar yang baru ke Kepala Pasar.

"Untuk anggarannya saya tidak tahu, termasuk rekanan yang mengerjakan, karena itu bukan kewenangan saya, apalagi sejauh ini belum ada penyerahan," tambah Kardono.

Sementara terpisah, Widio selaku Pejabat Teknis Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagprin) Kabupaten Pati mengaku bahwa pasar di Wedarijaksa hingga kini belum ada penyerahan dari Pemerintah Pusat. Pasar itu dibangun dari tahun 2019 dengan anggaran Rp 3 milyar lebih.

"Itu masih kewenangan pemerintah pusat, belum ada penyerahan ke Pemerintah Daerah," ungkap Widio.

Flavon dan bagian lain terlihat rusak. Foto : Wisnu.

Kerusakan sendiri, lanjutnya, kemungkinan karena masa pemeliharaannya dari pihak rekanan sudah lewat, sehingga pihaknya tidak bisa memperbaiki lantaran masih menjadi kewenangan pusat."Kalau kita perbaiki keliru, karena belum ada penyerahan ke Pemerintah Daerah. Jadi masih tanggung jawab Pemerintah Pusat," ujarnya.

Selain Pasar Wedarijaksa yang dibangun dari anggaran APBN, ada lagi pasar di Kecamatan Winong. Hanya saja untuk pasar di Kecamatan Winong sudah ada penyerahan ke Pemerintah Daerah, tinggal Pasar Wedarijaksa yang hingga kini belum ada penyerahan.

"Seharusnya penyerahan itu tahun 2020, dan pedagang bisa langsung menempati, tapi karena belum ada penyerahan dan terkendala pandemi Covid-19, maka jadi tertunda semua," pungkas Widio. (WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.