Header Ads

https://daihatsu.co.id/

Terkait Dugaan Korupsi Dana BOK, Mahasiswa Lakukan Aksi di Dinkes dan Kejari Halsel

Mahasiswa Halmahera Selatan lakukan aksi unjuk rasa terkait dugaan penyelewenangan Dana BOK di Puskesmas. Mereka juga menyampaikan aksi di depan Kejari Halsel pada Kamis (20/5). Mereka meminta agar penegakan hukum kasus dugaan korupsi BOK itu dituntaskan dan semua pihak yang terlibat diproses. Foto : Udi.

HALSEL - 
Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Front Solidaritas Masyarakat Anti Korupsi (Soma Korupsi) Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, menggelar aksi demonstrasi di depan Kejaksaan Negeri Labuha, Kamis (20/05/2021).

Aksi demonstrasi ini terkait penyelesaian masalah korupsi dana BOK (Bantuan Operasional Kesehatan) Puskesmas Desa Gandasuli, Kecamatan Bacan Selatan.

Asrab Muhamad, salah satu peserta aksi menyampaikan, akhir-akhir ini media intens mempublikasikan dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di Desa Gandasuli, terkait dana BOK. Sesuai dengan perkembangan penanganan kasus tersebut, tahapan penyelidikan sudah selesai dan ditingkatkan ke penyidikan. Telah ditetapkan Kepala Puskesmas Gandasuli sebagai tersangka. Dari data yang ada diduga negara mengalami kerugian sebesar Rp.338.373.214 dari total anggaran BOK Rp. 1.048.347.714.

Mahasiswa tuntut pengusutan tuntas kasus dugaan tindak pidana korupsi dana BOK Puskesmas di Kabupaten Halsel, Kamis (20/5). Foto : Udi

Asrab juga mengatakan, anehnya dalam perkara ini mereka menemukan kejanggalan dalam pemberitaan terkait dengan jumlah saksi yang diperiksa oleh pihak Kejari Halsel. Ada yang menyebutkan 23 saksi, ada juga yang menyebutkan 26 saksk. "Ini yang patut kami pertanyakan," tandasnya. 

Dirinya juga keheranan, sebab di Kabupaten Halsel terdapat banyak Puskesmas, namun hanya Gandasuli yang bermasalah.

Rifdi Umasangaji, Koordinator Lapangan mengatakan, pihaknya merasa aneh dengan penanganan perkara terkait dengan kasus korupsi dana BOK Puskesmas Gandasuli.

"Banyak yang janggal dalam penanganan perkara terkait kasus ini, misalnya dari sekian saksi yang diperiksa oleh Kejari Halsel hanya 1 orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Kedatangan kami ke Kejari guna mendorong kalau masih ada indikasi keterlibatan oknum-oknum yang lain, maka secepatnya harus diproses biar kesannya penegakan hukum tidak tebang pilih," papar Rifdi.

Ia menandaskan, massa aksi Soma Korupsi menyampaikan sikap yakni meminta Kepala Puskesmas Gandasuli beserta jajaran untuk menjelaskan secara detail dugaan kasus korupsi dana BOK tahun 2019.

Selain itu, lanjutnya, mereka meminta secara tegas Kepala dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan agar mengevaluasi seluruh puskesmas yang ada terkait dengan laporan pertanggung jawaban anggaran.

"Kami atas nama front,meminta tegas kejaksaan Negeri Labuha,untuk menjelaskan bukti-bukti penetapan status tersangka,juga kami meminta kejaksaan negeri labuha agar memperjelas proses penyelidikan dan penyidikan sesuai SOP yang berlaku," tutupnya. (UDI)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.