Header Ads

https://bizlawnews.id/

Akhirnya Buronan Kakap Adelin Lis Dijebloskan ke Lapas IIA Gunung Sindur

 

Dua kali menjadi buronan, Adelin Lis saat dideportasi dari 
Singapura ke Tanah Air, Sabtu (19/6/2021). Foto: istimewa

JAKARTA -Usai menjalani karantina selama lebih dari sepekan, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengeksekusi Adelin Lis ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas II A Gunung Sindur, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (28/6/2021).

Buronan yang 14 tahun kabur dan berhasil dipulangkan dari Singapura itu dieksekusi ke lembaga pemasyarakatan setelah sebelumnya menjalani karantina kesehatan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejagung sejak Sabtu (19/6/2021).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Leonard Eben Ezen Simanjuntak mengatakan, Adelin Lis akan menjalani hukuman di penjara dengan keamanan maksimum (maximum security) karena pernah melarikan diri dua kali yakni pada 2006 dan 2008 silam. 

"Adelin Lis akan menjalani hukuman berupa pidana penjara selama 10 tahun. Selain itu, yang bersangkutan dimasukkan ke dalam sel dengan pengamanan maksimal, mengingat terpidana merupakan buron dengan risiko tinggi dan pernah melarikan diri dari rutan," ujarnya melalui keterangan tertulis, Senin (28/6/2021).

Untuk diketahui, Adelin Lis yang merupakan pengusaha kehutanan melakukan ilegal loging atau pembalakan  liar yang merusak hutan dan membuat marah warga Medan, Sumatera Utara. Ia juga melakukan dugaan korupsi. 

Pada 2008 Mahkamah Agung (MA) menjatuhkan vonis 10 tahun penjara dan denda Rp 1 miliar subsider 6 bulan kepada Adelin Lis dalam kasus pembalakan liar.

Dalam kasus pembalakan liar itu, Adelin Lis juga dijatuhi hukuman pidana uang pengganti sebesar Rp119,8 miliar serta dana reboisasi USD2,938 juta. 

Namun, sebelum dieksekusi Adelin Lis melarikan diri selama kurang lebih 14 tahun dengan menggunakan nama palsu, Hendro Leonardi. 

Adelin Lis kabur berpindah-pindah ke sejumlah negara, seperti tinggal di Tiongkok (China, Red) dan terakhir ia menetap di Singapura hingga ditangkap otoritas keamanan Negeri Singa itu karena memalsukan  pasport. 

Sementara  itu, setelah berhasil mengamankan Adelin Lis, Jaksa Eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan bergerak melakukan penelusuran harta benda atau asset tracing milik terpidana Adelin Lis di Kota Medan,  Sumatera Utara.

Dalam penelusuran aset itu,Kejari Medan berkoordinasi dengan pemangku kepentingan dan unsur terkait lainnya untuk menemukan aset-aset milik Adelin Lis.

Leonard menjelaskan, penelusuran aset (asset tracing) dilakukan untuk mengetahui keberadaan dan jenis aset yang disembunyikan oleh terpidana Adelin Lis yang akan digunakan untuk penggantian kerugian negara.

"Dideteksi ada tiga aset harta berupa tanah dan bangunan yang berstatus Hak Guna Usaha (HGU) / Sertifikan Hak Milik (SHM) yang tercatat atas nama Adelin Lis di Kota Medan," tutur-nya juga. (RD)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.