Header Ads

https://bizlawnews.id/

Akhirnya Proyek Banprov Jateng di Desa Wonorejo Pati Diperbaiki

Perbaikan jalan dengan aspal di Desa Wonorejo Kabupaten Pati, Jawa Tengah, dan juga talud beserta jalan makadam di daerah itu lantaran proyek tersebut masih dalam pemeliharaan pengembang atau pihak ketiga pelaksana proyek. Foto : Wisnu Hendro/Pati

PATI -
 Dua item kegiatan fisik Bantuan Provinsi tahun 2020 yakni Talud dan pengasapalan jalan yang nilai keduanya sebesar Rp 200 juta, dan menuai polemik dari warga Desa Wonorejo ternyata masih masa perawatan. Pihak rekanan sendiri sesuai rencana akan bertanggung jawab dan memperbaiki kedua proyek tersebut. 

Kepala Desa Wonorejo Kecamatan Tlogowungu Kabupaten Pati Jawa Tengah Suyekno kepada wartawan menjelaskan, pembangunan talud dibuat untuk mencegah terjadinya banjir yang sering menimpa lokasi tersebut, hanya saja dalam pekerjaannya cepat rusak lantaran banjir datang ketika pembangunannya belum kering, hingga mengakibatkan talud yang dibangun ambrol sekitar 10 meter di 2 titik."Kita buat talud itu karena kita lihat jalannya hampir putus dan belum ada pengerasan, lokasi itu sering terjadi banjir, sementara ambrolnya talud itu terjadi karena waktu pekerjaan belum kering, tiba-tiba ada banjir lalu air masuk dari bawah, hingga menjebol pondasi talud sampai ambrol," ungkapnya, Jumat (11/6/2021).

Selain talud, juga terjadi kerusakan pada pengaspalan jalan. Menurutnya, Untuk posisi tanah yang diaspal sebelumnya tidak keras atau lembek. Lokasi itu adalah satu-satunya jalan yang biasanya dilalui kendaraan untuk transportasi mengangkut hasil bumi, dan peternakan,"Itu satu-satunya jalan transportasi utama untuk mengangkut hasil bumi dan peternakan ayam, sehingga jalan yang diperkirakan jangan dilalui dulu namun dilalui, sehingga cepat rusak, dan saya juga sudah koordinasi dengan rekanan untuk diperbaiki," katanya. 

Disinggung soal makadam, yang sebelumnya dinilai tidak tepat sasaran atau dialihkan lokasinya, Suyekno sendiri mengaku bahwa pembangunan makadam itu ada 2 tahap dan dibangun sudah sesuai dengan tempat dan lokasi. Untuk tahap pertama tahun 2019 ada bantuan makadam yang spechnya tidak sampai 100 persen, yang dibangun hanya sampai blok sawah rempong, dan baru dilanjutkan pada tahap 2 tahun 2020."Makadam itu bantuan dari Notoprojo, dari pak Ganjar, kalaupun ada yang mengatakan bahwa pengajuannya kok di titik itu, tidak di blok rempong, padahal sebenarnya itu adalah kelanjutan pembangunan 2019." Terangnya. 

Hal senada juga disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Desa Wonorejo Mono. Menurutnya, Talud dan aspal adalah bantuan Provinsi tahun 2020 yang rusak, informasinya akan segera diperbaiki, dan sudah disampaikan oleh Kepala Desa kepada perangkat desa di kantor desa."Masih tanggung jawab pihak ke 3, dan secepatnya akan diperbaiki, kalau pengaspalan jalan hari ini sudah diperbaiki, kalau talud informasinya juga dalam waktu dekat."Paparnya. 

Soal Makadam bangunannya juga tidak ada masalah, dan soal pengalihan yang menjadi sorotan warga itu disebabkan hanya judul pengajuan di blok kepoh tapi keluarnya pakai RT/RW, sehingga terjadi perbedaan."Untuk permasalahnya saya tidak tahu, pekerjaan sudah dilaksanakan dan kondisinya juga bagus, pertanggung jawabannya juga kira-kira tidak ada masalah, dan dilaksanakan sesuai kebutuhan," tutupnya.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.