Header Ads

https://bizlawnews.id/

Buronan Kasus Percobaan Pembunuhan Bos Properti Akhirnya Dideportasi dari Singapura

 

Hendra Subrata, mengenakan kursi roda saat  tiba di Kejagung RI usai dideportasi 
dari Singapura, Sabtu (26/6/2021) malam. Foto: antara.com

JAKARTA - Buronan 10 tahun kasus percobaan pembunuhan, Hendra Subrata, akhirnya dideportasi dari Singapura. Dengan berkursi roda dia tiba di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) dari Singapura, Sabtu (26/6/2021) malam.

Kejaksaan Agung (Kejagung) RI mengungkap proses pemulangan terpidana kasus percobaan pembunuhan yang sudah divonis empat tahun penjara tersebut.

"Pada hari ini Sabtu 26 Juni 2021 sekitar pukul 19.40 WIB telah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta dengan  pesawat Garuda Indonesia GK837 dari Singapura dengan membawa DPO (daftar pencarian orang) Kejaksaan atas nama terpidana Hendra Subrata alias Anyi yang menggunakan paspor dengan identitas palsu," terang Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel) Kejagung Sunarta dalam konferensi pers, Sabtu (26/6/2021).

Sunarta juga mengatakan keberhasilan pemulangan Hendra Subrata ke Tanah Air berkat bantuan mulai dari Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi, hingga Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Proses deportasi Hendra Subrata juga terlaksana atas bantuan Kedutaan Besar (Kedubes) RI di Singapura serta peran aktif seluruh KBRI Singapura.

"Pada kesempatan ini Jaksa Agung RI Bapak ST Burhanuddin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menlu RI, Menkumham khususnya Dirjen Imigrasi dan Kapolri yang telah mendukung dan membantu keberhasilan upaya pemulangan atau deportasi dari Singapura buronan kejaksaan atas nama terpidana Hendra Subrata alias anyi," jelas Sunarta.

”Peran aktif KBRI Singapura dalam lingkup tugas dan fungsinya sangat membantu keberhasilan dalam memulangkan buronan Kejaksaan yang melarikan diri ke negara tetangga," sambungnya.

Menurut Sunarta lagi, pendeportasi Hendra Subrata alias Anyi terlaksana berkat kecermatan dan kesungguhan KBRI Singapura dalam menindaklanjuti kecurigaan dan temuan fungsi imigrasi KBRI Singapura mengenai identitas paspor WNI atas nama Endang Rifai. 

Data paspor atas nama Endang Rifai tersebut ternyata memilik kesamaan dengan data WNI atas nama Hendra Subrata. "Kerja sama lingkup internal yang efektif dan pelaksanaan koordinasi dengan Dirjen Imigrasi, Kejaksaan Agung dan Polri oleh masing-masing fungsi atase yang berjalan lancar membuat identifikasi dan pemulangan tersebut menjadi lebih mudah," papar Sunarta juga. 

Ia juga mengatakan melalui fungsi koordinasi, dan sinergitas, serta kolaborasi aparat pemerintah dan dukungan masyarakat Indonesia diharapkan semakin mempermudah melakukan penangkapan buronan pelaku tindak pidana yang masih bersembunyi, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Menurutnya, tidak ada tempat yang aman bagi para buronan.

Untuk diketahui, Hendra Subrata alias Anyi alias Endang Rifai merupakan terpidana yang terbukti melakukan percobaan pembunuhan terhadap korbannya, Herwanto Wibowo. 

Hendra Subrata dinyatakan bersalah melanggar Pasal 338 KUHP juncto Pasal 53 ayat (1) KUHP, dengan pidana penjara selama 4 tahun.

Untuk diketahui, Herwanto Wibowo merupakan pebisnis properti. Terpidana Hendra Subrata melakukan percobaan pembunuhan terhadap korban hingga mengalami cacat permanen sekitar Maret 2008. (RD)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.