Header Ads

https://bizlawnews.id/

Cerita Susi Pudjiastuti Menkonsumi Ivermectin Saat Terinfeksi Covid-19

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menceritakan pengalamannya menkonsumsi ivermectin saat dirinya terinfeksi covid-19. Ia melakukan isolasi mandiri selama 7 hari dan setelah itu dinyatakan negatif. Foto : Ist. 

JAKARTA -
Mantan menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengaku telah mencoba obat Ivermectin selama masa isolasi mandiri ketika terinfeksi covid-19. Hal ini diceritakan Susi lewat media sosial Twitter @susipudjiastuti.

Mengutip Instagram Susi, Rabu (30/6), Susi mengungkapkan melakukan isolasi mandiri di Pangandaran. Ia terpapar covid-19 bersama delapan karyawannya.

"Di tengah kegalauan, saya hubungi Pak Erick Thohir (Menteri BUMN) atas beberapa research dan artikel yang muncul di media tentang Ivermectin. Saya coba menggabungkan sesuai dengan anjuran dokter yang ada di Pangandaran untuk isolasi menggunakan Paracetamol, Ivermectin, dan beberapa multivitamin," ungkap Susi dalam Twitter-nya.

Dalam kesulitan karena rumah sakit penuh, Susi akhirnya mencoba obat Ivermectin. Setelah itu, Susi pun dinyatakan negatif dari covid-19 setelah tujuh hari melakukan isolasi mandiri.

"Alhamdulillah saya tidak meyakinkan, karena saya juga bukan dokter. Tapi dalam keputusasaan dan kesulitan penuhnya rumah sakit, saya pikir apapun patut dicoba," imbuh Susi.

Ia pun berharap pihak ilmuwan dokter bisa melakukan riset terkait obat yang tepat untuk penyembuhan pasien covid-19.

Sebelumnya, Erick melaporkan kepada kepada Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) produksi obat Ivermectin akan digenjot sampai 4,5 juta butir dalam waktu dekat.

Hal ini untuk mengatasi ketersediaan obat terapi covid-19 di Indonesia di tengah lonjakan kasus dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, Erick tidak memberi rincian target waktu produksi obat tersebut. Ia hanya menekankan ketersediaan obat seperti Ivermectin sangat dibutuhkan saat ini.

Selain Ivermectin, Erick memastikan ketersediaan obat-obat lain, seperti Oseltamivir, Favipiravir, hingga Remdesivir juga masih cukup untuk masyarakat.

BPOM sendiri memberikan Persetujuan Pelaksanaan Uji Klinik (PPUK) Ivermectin untuk penggunaan sebagai obat covid-19 pada Senin (28/5). Uji klinis akan dilakukan di delapan rumah sakit Jakarta.(CN/AN)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.