Header Ads

https://bizlawnews.id/

Kepala Desa di Kabupaten Pati Berebut Kursi Ketua Pasopati; Semua Harus Demi Warga

Yashadi (berseragam putih), salah satu calon kandidat Ketua Pasopati, saat bersama Wakil Bupati Saiful Arifin. Foto : Wisnu. 

PATI 
- Kepala Desa Prawoto, Kecamatan Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah Hyro Fachrus mengatakan bahwa para Kepala Desa (Kades) selama ini ibarat ayam kehilangan induknya. Hal itu menyusul lantaran Ketua Persatuan Kepala Desa dan Perangkat Desa (Pasopati) yang dijabat oleh Eko Dwi Totok tidak pernah memperhatikan dan mengabaikan para Kades yang ada di tingkat bawah. 

Hyro kepada wartawan menjelaskan, pemilihan Ketua  Pasopati Kabupaten Pati yang rencana akan dihelat pada Juli 2021 harus bisa memilih ketua yang bisa mendengar keluhan para Kades,  bukan kepentingan sepihak, dan juga bisa menyerap aspirasi para Kades hingga tingkat bawah. 

"Selama ini Pasopati tidak pernah ada komunikasi di tingkat bawah, artinya untuk perhatian Pasopati tingkat bawah itu mandul," ungkap Hyro, Selasa (22/6/2021) melalui pesawat selulernya.

Hyro Fachrus, Kades Prawoto. Foto : Wisnu

Sejauh ini, lanjutnya, untuk lintas koordinasi di Kecamatan Sukolilo penunjukan pemilihan Calon Ketua Pasopati nantinya belum ada, hanya saja siapapun yang menjadi Ketua Pasopati harus mempunyai karakter dan gaya kepemimpinan yang peduli dengan seluruh Kades yang ada di Kabupaten Pati.

"Pimpinan Pasopati harus punya tujuan jelas, arah yang jelas dan kinerja yang jelas, khususnya harus bisa menyambung lidah para kades. Apalagi para Kades ini kan notabennya sebagai ujung tombak pemerintahan paling bawah, banyak sandungan dan komunikasi yang kurang baik dengan media, instansi dan yang lain, itu harus dibangun," tandasnya. 

Selain itu, Hyro yang juga sebagai Ketua Paguyuban Pasopati tingkat Kecamatan juga mengaku bahwa untuk Ketua Pasopati harus bisa menjalankan tupoksinya sesuai dengan AD/ART, tidak seperti saat ini, hampir 70 persen para Kades di Pati yang tergabung dalam organisasi Pasopati tidak tahu soal AD/ART. "Kalaupun Totok masih ambisi untuk menjabat sebagai Ketua Pasopati itu silahkan, selama tidak menabrak AD/ART saja, dan selama kepemimpinannya hampir 70 persen Kades di Pati tidak tahu AD/ART, dan bagi para Kades itu sangat tabu untuk mengetahui AD/ART," sindirnya.

Salah satu kepala desa yang akan ikut bertarung, dan juga tokoh Kepala Desa yang dituakan di lingkup Pasopati, Yashadi yang juga sebagai Kades Lengkong, Kecamatan Batangan, kepada wartawan mengaku bahwa dirinya akan siap bertarung apabila diberi amanah oleh para Kades di Kabupaten Pati. Hal itu dilakukan untuk menjadi tolak ukur dan menjawab keluhan para Kades yang tidak menyetujui kepemimpinan Totok sebagai Ketua Pasopati.

"Jadi, kalau saya diberikan amanah, maka saya siap ikut bertarung dalam kompetisi pemilihan Pasopati," terangnya. 

Sementara Kades Wonorejo Kecamatan Tlogowungu Suyekno menegaskan siap mendukung Kades Lengkong Yashadi apabila maju untuk menduduki jabatan sebagai Ketua Pasopati periode 2021 sampai 2026. Yashadi dianggap layak menduduki jabatan sebagai Ketua Pasopati Kabupaten Pati lantaran selain dituakan, juga dianggap mampu untuk membina para Kades yang ada di Pati.

"Jadi saya orang pertama kali yang mendukung apabila pak Yashadi maju jadi Ketua Pasopati," ujarnya. 

Data yang dihimpun media, Bupati Pati Haryanto sendiri sudah menunjuk 2 nama yang akan ikut kompetisi pemilihan Ketua Pasopati, keduanya yakni Kades Mulyoharjo Joko dan Kades Tegalharjo Pandoyo. "Informasinya Pak Bupati sudah menunjuk 2 orang Kades yang akan didukung untuk maju sebagai Ketua Pasopati, keduanya Kades Mulyoharjo dan Kades Tegalharjo," ungkap salah satu Kades di Pati.(Wisnu Hendro/Pati)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.