Header Ads

https://bizlawnews.id/

Oposisi Israel Umumkan akan Bentuk Pemerintahan Baru

 

Ketua Partai Yesh Atid, Yair Lapid, Senin  (31/5/2021), mengumumkan akan membentuk pemerintahan baru. Foto: debbie hill/AP

JAKARTA - Pemerintahan baru Israel sepertinya akan terbentuk dalam waktu dekat ini. Itu terjadi setelah pemimpin oposisi Israel Yair Lapid mengumumkan telah mencapai kesepakatan dengan sekutu politik membentuk pemerintahan baru, Rabu (2/6/2021) waktu setempat. 

Kesepakatan pembentukan pemerintahan baru Israel itu terjadi sekitar 35 menit sebelum tenggat waktunya membentuk koalisi pemerintahan.  Yair Lapid mengirimkan email kepada Presiden Reuven Rivlin atas keberhasilannya tersebut.

”Saya merasa terhormat untuk memberitahu Anda bahwa saya telah berhasil membentuk pemerintahan," ujar Lapid.

Rivlin memberi selamat kepada Lapid melalui telepon menurut kantor kepresidenan. Mitra utama Lapid adalah nasionalis Naftali Bennett, yang akan menjabat sebagai perdana menteri pertama di bawah rotasi antara kedua pria tersebut. 

Lapid, 57, tahun mantan pembawa acara TV dan menteri keuangan, akan mengambil alih kekuasaan setelah sekitar dua tahun berjuang untuk mengganti pemerintahan yang ada saat ini.

Pemerintah koalisi itu akan terdiri dari partai-partai kecil dan menengah dari seluruh spektrum politik, termasuk untuk pertama kalinya dalam sejarah Israel sebuah partai yang mewakili 21 persen minoritas Arab Israel, United Arab List. 

Koalisi juga mencakup Yamina (beraliran kanan) pimpinan Naftali Bennett, (beraliran kiri-tengah) Blue and White pimpinan Menteri Pertahanan Benny Gantz, partai sayap kiri Meretz, partai nasionalis Yisrael Beitenu pimpinan mantan menteri pertahanan Avigdor Lieberman, dan New Hope, sebuah partai sayap kanan yang dipimpin oleh mantan menteri pendidikan Gideon Saar, yang memisahkan diri dari Likud Netanyahu.

Pemerintahan baru Israel akan dilantik dalam waktu sekitar 10-12 hari dari sekarang. Ini menyisakan sedikit ruang bagi kubu Benjamin Netanyahu untuk membatalkannya ataupun memberikan suara menentang.  Netanyahu hingga kini belum memberikan keterangannya terkait pengumuman Lapid tersebut. (WF/SC/RD)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.