Header Ads

https://bizlawnews.id/

Camat Pati Resah, Banyak Pengusaha Yang Menunggak PBB

Camat Pagi Didik Rusdiantono. Foto : Wisnu

PATI
- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati memberikan target Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk PBB tahun 2021 di wilayah Kecamatan Pati sebesar Rp 5 Milyar lebih. PAD itu dianggap lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp 2 milyar lebih. 

"Kita ditarget PAD untuk PBB sebesar Rp 5 milyar lebih, nilai ini dianggap lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang hanya Rp 2 milyar lebih," ungkap Camat Pati Didik Rusdiartono kepada wartawan Sabtu (24/7/2021), di ruang kerjanya. 

Menurutnya, untuk semester pertama tahun 2021, PAD yang sudah terealisasi sebesar Rp 2 milyar lebih, atau 58,03 persen. Jumlah itu terhitung dari bulan Januari sampai Juli 2021. "Untuk pajak PBB sebelumnya tidak pernah ada masalah, hanya saja di masa pandemi Covid-19, sangat berpengaruh, hingga ada sejumlah pengusaha yang masih menunggak belum membayar pajak," ungkapnya. 

Sesuai data, sambung Didik, ada beberapa pengusaha yang masih menunggak karena terkendala dengan masa pandemi, diantaranya Hotel Safin milik wakil Bupati Pati masih menunggak Rp 150 sampai 200 juta, Hotel Merdeka masih menunggak Rp 90-100 juta, Hotel Pati menunggak Rp 45-60 juta, Rumah Sakit Fastabiq masih menunggak Rp 90 juta. 

"Masa pandemi ini untuk wisata hancur, bahkan seperti Toko Ada dan Toko Luwes yang biasanya sudah membayar bulan Juni atau Juli, sampai sekarang juga belum bayar, yang dikawatirkan ini Perusahaan Dua Putra, karena informasinya sekarang lagi masa sulit," ujarnya. 

Meski begitu, saat ini pihaknya sudah bentuk tim, yang terdiri dari desa dan kecamatam. Hanya saja untuk kewenangan ada di desa, apabila desa tidak mampu untuk melakukan penagihan maka akan dibantu bersama dengan pihak kecamatan."Batas pembayaran sampai untuk tunggakan sampai September, apabila belum lunas maka akan ditagih terus ke tahun berikutnya," tandasnya.(WIS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.