Header Ads

https://bizlawnews.id/

Dirut PDAM Pati : Kebocoran Pipa PDAM Masih Tanggung Jawab Rekanan

Direktur Utama PDAM Kabupaten Pati Bambang Soemantri. Foto : Wisnu Hendro/Pati.

PATI
- Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Pati Jawa Tengah Bambang Soemantri menjelaskan mengenai persoalan rusaknya pipa saluran di wilayah Wedarijaksa, Pati. 

Kepada wartawan, Senin (26/7/2021), ia mengutarakan bahwa proyek pekerjaan penyambungan pipa PDAM yang terjadi kebocoran di wilayah Wedarijaksa karena proyek pekerjaan masih baru dan dalam masa pemeliharaan. 

"Itu masih baru, saat pemasangan pipa kan belum ada airnya, tapi ketika semua pipa sudah terpasang maka air dialirkan, dan baru diketahui kalau ada yang bocor, jadi menjadi tanggung jawab rekanan," ungkap Bambang kepada wartawan Senin (26/7/2021), di ruang kerjanya. 

Menurutnya, Proyek tersebut dikerjakan 2 tahap, dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2019, dan dari usulan dana PDAM tahun 2020, yang dikerjakan oleh 2 rekanan, yakni dari Juana sepanjang 4 km, dan selanjutnya sampai Trangkil dikerjakan oleh CV Bintang Rama, yang keseluruhan anggarannya Rp 16 milyar.

"Kalau dari Juana sepanjang 4 km, saya lupa rekanannya, namun yang sampai Trangkil dikerjakan oleh CV Bintang Rama, yang secara keseluruhan panjangnya 12 km," ungkapnya.

Proyek pemasangan pipa baru penyerahan pada Juni 2021, dan sampai saat ini masih dalam masa pemeliharaan dan menjadi tanggung jawab oleh pihak rekanan selama 6 bulan. Apabila terjadi kebocoran itu dianggap wajar, karena ketika penyambungan pipa belum dialiri air, sehingga ketika pipa terpasang maka baru diketahui sambungan mana yang bocor."Kalau kebocoran itu soal pipa, kita sebelumnya pakai pipa HDPE, dan sambungan pakai PVC, karena itu kita sesuaikan dengan kemampuan," ujarnya.

Soal kebocoran, lanjut Bambang, tidak dipicu apapun, karena biasanya untuk bekas galian ketika masih basah dan dilewati kendaraan, bisa mengakubatkan kebocoran.

"Pekerjaan pipa sudah selesai, dan sekarang baru dialiri air, dan harapan saya juli tidak ada yang bocor lagi, dan akhir agustus sudah ada sambungan baru, karena sekarang sudah ada daftar tunggu untuk saluran banyak," jelasnya.

Proyek PDAM ini masuk tahun anggaran, 2020, hanya saja baru dikerjakan tahun 2021 awal. Hal itu disebabkan karena terkendala dengan masa pandemi, sehingga untuk tender mundur sampai akhir 2020.(WIS)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.