Header Ads

https://bizlawnews.id/

Dua Tersangka Baru dalam Kasus Dugaan Korupsi Grand Cempaka Resort & Convention

 

Kejati DKI Jakarta menetapkan dua tersangka tambahan kasus korupsi di lingkungan unit usaha BUMD milik Pemprov DKI Jakarta.

JAKARTA - Kasus dugaaan korupsi di Grand Cempaka Resort & Convention terus diselidiki. Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta menetapkan dua orang tersangka tambahan kasus korupsi di lingkungan unit usaha BUMD milik Pemprov DKI Jakarta tersebut. 

Kasipenkum Kejati DKI Jakarta Ashari Syam mengatakan kedua tersangka baru itu adalah General Manager berinisial RI dan Chief Accounting berinisial SY sebagai pelaku peserta.

Ia menjelaskan, penetapan kedua tersangka ini merupakan hasil dari pengembangan tersangka sebelumnya Irfan Sudrajat.

"Atas pertimbangan tim penyidik maka kedua tersangka tersebut tidak dilakukan penahanan, diantaranya karena alasan kedua tersangka tersebut dinilai cukup kooperatif dalam menjalani proses penyidikan," terangnya dalam keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021).

Lebih lanjut, Ashari menjelaskan kedua orang tersebut ditetapkan sebagai tersangka dari hasil pengembangan penyidikan perkara Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) penyalahgunaan keuangan yang berasal dari pembayaran jasa perhotelan instansi pemerintah pada Grand Cempaka Resort & Convention.

Penetapan kasus ini berangkat dari Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor : Print : 298/ M.1/Fd.1/01/2020 Tanggal 31 Januari 2020.

Akibat perbuatan para tersangka yang dilakukan setidak-tidaknya sejak tahun 2014 sampai dengan bulan Juni tahun 2015 menimbulkan kerugian keuangan negara sebesar Rp.5.194.790.618.

Penetapan tersangka RI dituangkan dalam Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor : TAP-01/M.1.5/Fd.1/07/2021 tanggal 28 Juli 2021.

Kemudian penyidikannya dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor : PRIN-1600/M.1/Fd.1/07/2021 tanggal 28 Juli 2021.

Sementara untuk penetapan tersangka SY dituangkan dalam Surat Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor : TAP-02/M.1.5/Fd.1/07/2021 tanggal 28 Juli 2021.

Kemudian penyidikannya dilakukan berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Nomor : PRIN-1601/M.1/Fd.1/07/2021 tanggal 28 Juli 2021. (RD)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.