Header Ads

https://bizlawnews.id/

Mimpi Menyatukan Taiwan ke Tiongkok Bakal Terwujud?

Tsai ing-wen, Presiden Republik China (Taiwan), menyatakan negaranya sudah merdeka. Sementara Prsiden Tiongkok Xi Jinping berjanji akan menyelesaikan "penyatuan kembali" negara Tiongkok dan Taiwan.  Foto : Ist. 

BEIJING 
- Mimpi dan cita-cita Tiongkok untuk bersatu dengan Taiwan agaknya segera menjadi kenyataan. 

Presiden Tiongkok Xi Jinping berjanji untuk menyelesaikan "penyatuan kembali" negara itu dengan Taiwan yang memiliki pemerintahan sendiri dan berjanji untuk "menghancurkan" setiap upaya kemerdekaan formal untuk pulau itu.

Xi menyampaikan sikap keras itu pada saat peringatan ulang tahun ke-100 Partai Komunis yang berkuasa.

Tiongkok menganggap Taiwan yang diperintah secara demokratis sebagai bagian dari wilayahnya.

Tiongkok di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping telah meningkatkan upaya untuk menegaskan klaim kedaulatannya terhadap Taiwan, termasuk dengan mengirim jet tempur dan pembom ke dekat pulau itu secara teratur.

"Memecahkan pertanyaan Taiwan dan mewujudkan penyatuan kembali tanah air adalah tugas sejarah yang tak tergoyahkan dari Partai Komunis China dan aspirasi bersama semua rakyat China," kata Xi dalam pidatonya dari Lapangan Tiananmen Beijing.

"Semua putra dan putri China, termasuk rekan senegaranya di kedua sisi Selat Taiwan, harus bekerja sama dan bergerak maju dalam solidaritas, dengan tegas menghancurkan setiap plot-plot untuk 'kemerdekaan Taiwan'," ujar Xi.

Walaupun Tiongkok tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya, Xi menyerukan proses penyatuan kembali secara damai.

Namun, Xi juga mengatakan bahwa tidak ada yang boleh meremehkan tekad, dan kemampuan kuat rakyat Tiongkok untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan integritas wilayah.

Dewan Taiwan untuk Urusan Tiongkok Daratan mengatakan kepada Reuters bahwa pihaknya sedang mengerjakan tanggapan atas komentar Xi.

Setelah kalah perang saudara dari Partai Komunis Mao Zedong, pihak Pemerintah Republik Tiongkok yang kalah melarikan diri ke Taiwan pada 1949.

Sebagian besar orang Taiwan tidak menunjukkan minat untuk berada di bawah pemerintahan Tiongkok. Pemerintah Taiwan mengatakan hanya penduduk pulau itu yang dapat memutuskan masa depan mereka, dan telah mengecam tekanan dari Tiongkok.

Tiongkok meyakini pemimpin Taiwan Tsai Ing-wen adalah seorang separatis yang bertekad untuk mendeklarasikan kemerdekaan.

Namun, Tsai Ing-wen mengatakan Taiwan memang sudah merdeka dengan nama resminya, Republik China. (RD/SC)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.