Header Ads

https://bizlawnews.id/

Sepuluh Tahun Tak Bayar PBB, Mal Centre Point Medan Disegel

 

Pengumuman penyegelan Mal Centre Point Medan karena belum membayar
pajak Rp56 miliar ke Pemkot Medan, Jumat (9/7/2021). Foto: istimewa

MEDAN 
- Menunggak pajak hingga 10 tahun, akhirnya Wali Kota Medan Bobby Nasution menyegel Gedung Mal Centre Point karena menunggak Pajak Bumi Bangunan (PBB) kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Medan senilai Rp56 miliar.

"Hari ini, kami Pemerintah Kota Medan meminta hak kami yang harusnya ada pembayaran pajak sebesar Rp56 miliar," ujar Bobby usai menyegel pintu masuk Mal Centre Point, di Kota Medan, Sumatera Utara, Jumat (9/7/2021).

Menantu Presiden Joko Widodo itu juga menerangkan, tunggakan PBB Mal Centre Point awalnya mencapai Rp80 miliar, tapi Pemkot Medan menghitung ulang setelah diminta oleh pengelola mal PT Agra Citra Kharisma (ACK).

Bobby juga menjelaskan bahwa penyegelan ini bukan dilakukan secara tiba-tiba, tetapi Pemkot Medan telah berulangkali melakukan komunikasi kepada pengelola PT ACK untuk pembayaran pajak serta dendanya namun tidak pernah ada penyelesaian.

”Utangnya Rp56 miliar, itu tunggakan PBB yang belum dibayarkan. Itu, sudah kami hitung ulang. Awalnya Rp80 miliar ya, kami buka saja. Jangan nanti kami dibilang kongkalikong atau komunikasi di luar," ujar Bobby lagi.

Ia juga mengaku, pihaknya telah menempuh berbagai upaya, di antaranya mengadakan pertemuan langsung dengan Kepala Koordinasi Supervisi Pencegahan Korupsi (Korsupgah) KPK, Kejari Medan, PT KAI, dan Direktur PT ACK pada 7 Juni 2021.

Dalam pertemuan itu, disepakati pada 7 Juli 2021, PT ATK diharuskan membayar kewajibannya Rp56 miliar, tapi hingga batas waktu dijanjikan Pemkot Medan tidak menerima sepeser pun.

"Kami tetap memberi kesempatan ke PT ACK, kami kasih waktu tiga hari lagi. Hari Senin pekan depan kami buka lagi, jika ada kesepakatan membayar pajak. Selama disegel, Mal Centre Point tidak boleh ada aktivitas," cetus Bobby juga. (WF/RD)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.