Header Ads

https://bizlawnews.id/

Terkait Kasus Korupsi Masjid Agung Palembang, Alex Noerdin Diperiksa Kejagung

 

Mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin dikawal petugas usai menjalani pemeriksaan
di Gedung Bundar Kejagung, Kamis (29/7/2021). Foto: Indrianto Eko Suwarso/antara.com

JAKARTA
-Mantan Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Alex Noerdin kembali diperiksa oleh penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumsel di Gedung Bundar Kejaksaan Agung (Kejagung), Kamis (29/7/2021) terkait dugaan tindak pidana korupsi Masjid Raya Sriwijaya  Palembang.

Alex Noerdin diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi. ”Memang benar ada pemeriksaan tersebut, kaitannya dengan kedudukan yang bersangkutan selaku Gubernur Sumsel (kala itu)," terang Aspidsus Kajati Sumsel, Victor Antonius Saragih Sidabutar, Kamis (29/7/2021).

Ia juga mengatakan penyidik Kejari Sumsel ingin mendalami pemberian hibah kepada Yayasan Wakaf untuk pembangunan masjid yang dilakukan pada 2015 dan 2017.

Namun demikian, tak dirincikan lebih lanjut mengenai apakah proses-proses tersebut membuktikan bahwa Noerdin menerima uang suap atau tidak. 

Pasalnya, kata Viktor juga, Alex Noerdin sebagai Gubernur yang menjabat saat ini memegang kendali utama untuk memproses dan menyetujui pemberian hibah.

Ia juga menjelaskan, pemeriksaan tersebut tak dilakukan untuk mendalami surat dakwaan empat terdakwa kasus yang telah dibacakan di Pengadilan Tipikor Palembang, Selasa (27/7/2021) lalu. 

Di mana dalam dakwaan saat proses persidangan di  Pengadilan Tipikor Pelambang itu disebutkan bahwa Alex menerima aliran dana Rp2,4 miliar. 

”Pemeriksaan tadi pagi untuk kepentingan pemberkasan dua tersangka lagi, yaitu MS dan N," ujar Viktor juga. 

Selain Alex Nurdin, penyidik juga memeriksa mantan Ketua Mahkamah  Konstitusi (MK), Jimly Asshiddiqie. Menurut Viktor keterangan Jimly perlu untuk dimintakan keterangan dalam kapasitasnya sebagai pembina yayasan.

"Dia (Jimly) kedudukannya sebagai pembina yayasan yang dimaksud, yayasan wakaf Sriwijaya yang menerima bantuan hibah itu," jelasnya  lagi.

Dugaan korupsi terkait pembangunan Masjid Raya  Sriwijaya Pelembang  yang menjadi masjid terbesar di kawasan Asia. Pasalnya, tempat ibadah umat muslim itu akan berdiri di atas lahan seluas 20 hektare.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan telah mengeluarkan Rp130 miliar untuk pembangunan awal masjid, yang menggunakan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) setempat. Tapi hingga kini masjid belum rampung.

Selain keempat orang yang sudah disidang, dua tersangka lain yang masih dalam tahap penyidikan kasus itu adalah mantan Sekda Sumsel era Alex Noerdin, yakni Mukti Sulaiman dan mantan Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Sumsel Ahmad Nasuhi. (RD)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.