Header Ads

https://bizlawnews.id/

Akhirnya, IMB GKI Yasmin Bogor Terbit

Wali Kota Bogor Bima Arya menyerahkan secara simbolis IMB GKI Yasmin Bogor kepada Ketua Tim 7 GKI Arif Zumawa, Minggu (8/8/2021). Foto: Antara


BOGOR - Sebentar lagi Gereja Kristen Indonesia (GKI) di Yasmin, yang berlokasi di  Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat, berdiri. Itu terjadi setelah Ketua Tim 7 GKI Pengadilan Bogor, Arif Zumawa, menerima penyerahan dokumen Izin Mendirikan Bangunan (IMB) dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor.

Arif Zumawa mengatakan keluarnya IMB  untuk pembangunan GKI di Yasmin membuktikan negara hadir untuk melindungi rakyatnya dalam kehidupan keagamaan.

"Diserahkannya IMB dari Wali Kota Bogor kepada jemaat GKI Pengadilan, membuktikan bahwa Pemkot Bogor serius dan sungguh-sungguh ingin melindungi rakyatnya yang ingin beribadah," terangnya.

Untuk diketahui, Tim 7 adalah tim yang dibentuk Badan Pekerja Majelis Sinode sebagai wakil resmi GKI dalam perundingan dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor untuk mencari solusi bersama persoalan izin pembangunan GKI Yasmin di Kecamatan Bogor Barat.

Menurutnya juga, sebelumny pada Juni 2021, Pemkot Bogor telah menyerahkan lahan hibah seluas 1.668 meter persegi di Jalan R Abdullah Bin Nuh, Kelurahan Cilendek Barat, Kecamatan Bogor Barat, Bogor, kepada majelis jemaat GKI Pengadilan Bogor.

"Hanya berselang sekitar sebulan, pada hari ini, Pemkot Bogor menyerahkan IMB untuk pembangunan. Ini menunjukkan kesungguhan dan perhatian dari Pemkot Bogor yang luar biasa, dalam membangun kebersamaan dan keberagaman," paparnya  juga.

Menurut Arif Zumawa  juga, proses panjang persoalan izin pembangunan GKI Yasmin, yang bergulir selama sekitar 15 tahun, telah berakhir dengan dihibahkannya lahan di Kelurahan Cilendek Barat dan pada hari ini diserahkannya IMB. "Ini adalah solusi terbaik dari pemerintah," katanya lagi.

Ia juga menjelaskan, persoalan GKI Yasmin yang komplek dan rumit, ini pelan-pelan bisa diurai secara bertahap dan yang kemudian dicapai solusi terbaik, dengan cara musyawarah mufakat.

"Tim 7 dan Pemkot Bogor yang terus membangun dialog dan musyawarah, kemudian mencapai kesepakatan, dengan menghargai kearifan lokal dan bersama-sama untuk membangun kedamaian dalam keragaman di Indonesia, khususnya di Bogor," cetusnya juga. 

Pada kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa Bogor adalah kota dengan kehidupan masyarakatnya yang rukun, damai, serta saling menghargai dalam kebersamaan dan keberagaman.

”Saya deklarasikan, bahwa Bogor bukan kota intoleran. GKI telah membuktikan itu. Bogor adalah kota yang toleran, terbukti kami mengajukan izin untuk mendirikan rumah ibadah dapat diperoleh dengan baik, dengan cara komunikasi yang baik pula," tandasnya lagi.

Sementara itu, Pemkot Bogor secara resmi menyerahkan dokumen IMB untuk pembangunan rumah ibadah GKI di Jalan R Abdullah Bin Nuh, Yasmin, Kota Bogor, setelah sebelumnya terjadi polemik selama 15 tahun.

Wali Kota Bogor Bima Arya menyerahkan dokumen IMB tersebut kepada pengelola GKI Pengadilan Bogor, di lokasi rencana pembangunan rumah ibadah GKI, di Jalan R Abdullah Bin Nuh, Minggu (8/8/2021).

Hadir pada kegiatan tersebut, antara lain, Komandan Korem 061/Suryakancana, Brigadir Jenderal (Brigjen) TNI Achmad Fauzi, Komandan Kodim 0606/Bogor, Kolonel (Inf) Roby Bulan, Kepala Polresta Bogor Kota, Kombespol Susatyo Purnomo Condro, Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor, Herry Hermanus Horo, Ketua Umum Jemaat GKI Pengadilan, Krisdianto, serta pimpinan dari organisasi keagamaan. (RD)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.