Header Ads

https://bizlawnews.id/

Akhirnya Majelis Hakim PN Tangerang Vonis Dua Terdakwa Mafia Tanah

 

Sidang pembacaan vonis dua terdakwa mafia tanah
di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang,  Kamis (19/8/2021). Foto: istimewa

JAKARTA
- Setelah menjalani serangkaian agenda persidangan yang cukup panjang, akhirnya Pengadilan Negeri (PN) Tangerang memvonis terdakwa mafia tanah yakni Darmawan dan Mustafa Camal, Kamis (19/8/2021). 

Darmawan dijatuhi hukuman 2 tahun 9 bulan penjara, dan Mustafa Camal dijatuhi hukuman 1 tahun 6 bulan penjara.

Keduanya terbukti melakukan kejahatan mafia tanah seluas 45 hektare di Kelurahan Kunciran Jaya, dan Cipete, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang.

Vonis itu  disampaikan Ketua Majelis Hakim Nelson Panjaitan dalam sidang putusan yang digelar di PN Tangerang, Kamis (19/8/2021), yang dihadiri oleh warga Kecamatan Pinang yang terdampak penyerobotan lahan. 

Sedangkan terdakwa hadir secara virtual dalam sidang yang  digelar dari Lapas Pemuda Tangerang. Sementara di PN Tangerang Klas 1 A, kedua terdakwa diwakili kuasa hukumnya.

Hakim Nelson menolak pledoi atau pembelaan yang diajukan 2 terdakwa. Untuk diketahui terdakwa Darmawan dalam pledoi yang berlangsung pada Rabu (18/8/2021) tidak mengakui perbuatannya, dan ingin dibebaskan  dari segala tuduhan. 

Sedangkan, terdakwa Mustafa Camal mengakui perbuatannya dan meminta keringanan hukuman. ”Terdakwa Darmawan dalam pledoi mengajukan keberatan dan meminta pembebasan. Pembelaan itu tidak dapat diterima," ujar Nelson dalam pembacaan putusannya.

Apalagi, kata  hakim Nelson juga, dari keterangan para saksi yang sudah diterima telah dirumuskan kalau Darmawan dan Mustafa Camal bersalah. 

"Berdasarkan saksi-saksi dan bukti-bukti dan fakta diputuskan terdakwa Darmawan dihukum 2 tahun 9 bulan penjara dan terdakwa Mustafa Camal 1 tahun 6 bulan penjara," kata Nelson lagi.

Hakim menilai  kedua terbukti melanggar Pasal 266 KUHP tentang Pemalsuan Dokumen. Terdakwa juga menggunakan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHBG) palsu untuk untuk menguasai lahan warga.

Nelson memberikan waktu selama satu minggu untuk keduanya memikirkan keputusan tersebut. "Terdakwa masih punya kesempatan untuk mikir-mikir dulu apakah menerima keputusan atau mengajukan banding. Kita tungga selama seminggu dari sekarang jadi hari Selasa (24/8/2021) ya," kata Nelson lagi.

Sementara itu, Minarto, salah  seorang warga Kecamatan Pinang mengaku senang dengan keputusan hakim yang membuktikan kalau hakim telah memperjuangkan hak warga. 

"Hakim pada kesempatan ini memutuskan perkara yang seadil-adilnya. Kami terima kasih kepada hakim Nelson yang telah memperjuangkan hak masyarakat Cipete-Kunciran Jaya," ujarnya.

Meski telah diputuskan bersalah hingga saat ini PN Tangerang belum mencabut hasil gugatan terdakwa yang berakhir dengan perdamaian atau dading. Setelah perdamaian tersebut terbit penetapan Nomor 120/Pen.Eks/2020/PN TNG kemudian melakukan eksekusi di bidang tanah milik korban seluas kurang lebih 450.000 meter persegi  pada Agustus 2020 lalu.

Minarto memutuskan warga akan kembali bermusyawarah terkait eksekusi yang belum dicabut tersebut. "Nanti masyarakat akan mengadakan rapat kembali apakah langkah yang kita ambil nanti. Kita akan lihat surat eksekusi mereka apakah akan melakukan gugatan pidana atau tidak," tandasnya. (tim  redaksi)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.