Header Ads

https://bizlawnews.id/

Bupati Pati Sebut Pembongkaran LI untuk Pengembalian Fungsi Sesuai Rencana Tata Ruang Tata Wilayah

Bupati Pati Haryanto. Foto : Ist. 

PATI -
Bupati Pati Haryanto akhirnya buka suara terkait rencana pembongkaran Lorok Indah (LI) beberapa hari terakhir. Lokalisasi tersebut dianggap telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2021 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Haryanto menyebut bahwa dominasi pemilik usaha di kawasan LI justru dari luar daerah. Hal itu terlihat dari kode nomor induk kependudukan (NIK) yang dimiliki pemilik  oleh pengelola.

“Yang di sana tidak ada orang Pati. Orang luar daerah semua. Ada Malang, Surabaya, Semarang, Jepara, Kudus. Dilihat dari KTPnya. Yang punya (bangunan) hanya dua orang yang dari Pati,” katanya, Jumat (6/8/2021).

Hal tersebut terungkap dari hasil identifikasi yang telah dilakukan. Selain itu identifikasi juga untuk melihat status keabsahan kepemilikan tanah, perizinannya, maupun penggunanaan bangunan yang ada di kawasan LI. 

“Ini untuk bisnis. Padahal bisnis ada aturannya, ada IMB yang diganti izinnya, Sertifikat Laik Fungsi (SLF), izin tata ruang, Upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL/UPL), maupun izin pariwisata. Semuanya gak ada. Satupun tidak ada (Izinnya, red),” imbuhnya.

Dikatakannya, upaya yang dilakukan pemkab semata-mata untuk pengembalikan fungsi sesuai dengan amanat RTRW. Kawasan LI harusnya untuk pertanian berkelanjutan. Sedangkan di Pati sendiri telah tercatat untuk pertanian berkelanjutan seluas 54 ribu hektare, di antaranya termasuk LI. Saat ini, dikatakannya, atas arahan Kapolres Pati maka akan dibentuk tim. Tim itulah yang nantinya akan bekerja terutama dalam melakukan tindakan berikutnya. 

“Karena semua itu tentu ada tahapannya,” tutupnya.(MN)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.