Header Ads

https://bizlawnews.id/

Bupati Probolinggo dan Suaminya Ditangkap KPK

Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari. Foto : Ist.

JAKARTA -
Tak jera-jera kepala daerah yang menjadi 'artis' berbaju oranye. Meskipun sudah banyak kepala daerah yang terjerat kasus korupsi dan menjadi pesakitan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), masih saja orang nomor satu di daerah itu diduga melakukan tindak pidana korupsi.

KPK, Minggu (29/8), melakukan operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Probolinggo. Ada dua orang pejabat yang ditangkap KPK, yakni Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dan seorang Anggota DPR RI dari Fraksi NasDem Hasan Aminuddin. Penangkapan ini diduga terkait jual-beli jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Probolinggo.

Puput Tantriana telah menjabat sebagai Bupati Probolinggo sejak 2013 silam. Ia menjabat di periode kedua yakni 2018-2023.

Sementara, Hasan Aminuddin, suami Tantriana, merupakan politikus NasDem yang saat ini menempati posisi di DPR RI. Sebelum melangkah ke Senayan, Hasan merupakan Bupati Probolinggo dua periode. Posisinya digantikan oleh istrinya.

Keduanya ditangkap karena diduga terlibat dengan kasus suap. Belum diketahui perkara suap tersebut terkait apa. Belum diketahui peran keduanya terkait perkara ini. Hingga saat ini, keduanya masih dalam status terperiksa.

Ada pun yang berhasil melakukan OTT ini merupakan satuan tugas di bawah pimpinan Harun Al Rasyid. Dia merupakan salah satu kasatgas penyelidik yang dinonaktifkan karena tak lulus TWK.

Meski nonaktif, Harun disebut masih memberikan masukan dan arahan sehingga satgas tersebut berhasil melakukan tangkap tangan.Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron membenarkan adanya OTT ini. Meski demikian, dia belum merinci lebih lanjut. "Sementara dapat saya sampaikan bahwa benar KPK telah melakukan giat penangkapan, selanjutnya nanti akan kami release," ucap Ghufron. 

Plt juru bicara Ali Fikri juga sudah membenarkan OTT tersebut. Dia menyampaikan, informasi terkait OTT itu akan disampaikan dalam waktu dekat.

"Mengenai kasus selengkapnya, siapa saja yang ditangkap dan barang bukti apa yang diamankan, saat ini belum bisa kami sampaikan. Tim masih bekerja, dan perkembangannya nanti kami pastikan akan kami sampaikan lebih lanjut," tandasnya. (KM/RD)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.