Header Ads

https://bizlawnews.id/

Kasus Dugaan Laporan Palsu; Kuasa Hukum Terdakwa Minta Dihadirkan Saksi Perbalisan

Sidang dugaan laporan palsu dengan terdakwa Arwan Koty ditunda kembali pada Rabu (25/8) mendatang. Agendanya mendengarkan keterangan saksi. Kuasa hukum terdakwa meminta agar dihadirkan saksi perbalisan. Foto : Acil.

JAKARTA
- Sidang lanjutan perkara dugaan laporan palsu dengan terdakwa Arwan Koty kembali ditunda satu pekan kedepan yaitu Rabu (25/8/2022) oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan yang diketuai Arlandi Triyogo SH, MH, dengan Anggota Ahmad Sayuti SH, MH dan Toto SH, MH.

Dalam persidangan dengan agenda pemeriksaan saksi ade charge atau ahli yang akan dihadirkan oleh oleh terdakwa atau kuasa hukumnya.

Sebelum ketua majelis hakim menutup persidangan, tim penasehat hukum Arwan Koty mengajukan permohonan secara lisan yang sebelumnya juga sudah diajukan secara tertulis agar majelis hakim mengeluarkan penetapan untuk pemanggilan saksi penyidik Kepolisian atau Mabes Polri yang melakukan penyelidikan terhadap perkara ini.

Ketua majelis Hakim Arlandi Triyogo saat kuasa hukum Arwan Koty menanyakan soal saksi dari pihak penyidik mengatakan, "Soal saksi perbal saya rasa tidak perlu lah, sudah cukup dan biasanya saksi perbalisan itu dari penuntut umum apabila saksi yang bertentangan dengan acara pemeriksaan dan di KUHAP tidak ada itu aturannya soal perbalisan."

"Seandainya ada saksi yang bertentangan dengan berita acara, maka kita hadirkan saksi perbalisan, ini tidak ada, saksi itu menerangkan sesuai berita acara, jadi kita jalan sesuai acaranya atau jalurnya saja," kata Arlandi dalam persidangan tunda, pada Rabu (18/8/2021).

Usai persidangan, tim kuasa hukum Arwan Koty yang diketuai Aristoteles MJ Siahaan SH, MH, Efendi Sidabariba SH dan Rusdi Ritonga SH MH mengatakan, jadi hari ini sidang beragenda pemeriksaan saksi ade charge atau saksi ahli yang akan kita hadirkan namun karna satu dan lain hal tidak bisa ditunda satu pekan kedepan, tapi kami tadi ada permohonan tersendiri dan khusus kepada majelis hakim.

"Agar majelis hakim menghadirkan kembali penyidik dari Kepolisian yang memeriksa perkara kami ini, yang sebelumnya juga sudah kami ajukan permohonan secara tertulis kepada majelis hakim untuk menghadirkan saksi penyidik yang memeriksa perkara ini, dan juga penyidik yang ada di Nabire yaitu Kasat Pol Airud yang katanya alat Eksvator itu ada disana," ujarnya.

Aristoteles menambahkan, penyidik di Nabire yang katanya alat itu ada disana, yang katanya dia mengetahui, tapi sampai saat ini kita minta semua penyidik tidak pernah dihadirkan.

"Jadi kenapa kami begitu keras ingin memanggil saksi perbalisan tersebut, karena kami sudah jelas memiliki tehnis, tapi kami juga tidak masalah apabila mereka tidak datang, karena kami juga memiliki pandangan hukum yang mana nanti akan kami tuangkan dalam pembelaan," tambahnya.

Lagi-lagi sayangnya apa yang kami inginkan tadi dengan bermohon yang hampir dikabulkan tadi, dan tidak tahu entah mengapa dan saya juga dibilang masih baru, sehingga diputuskan tidak jadi, nanti kami akan mengupayakan lagi atau mungkin memberikan surat lagi, agar saksi ini dapat dihadirkan untuk meluruskan yang sebenarnya keterangannya itu salah, yang menghentikan dipenyelidikan yang sebenarnya, bukan Menghentikan dipenyidikan, terang Rusdi.

Efendi Sidabariba juga menjelaskan, kami akan terus mengupayakan dengan membuat tembusan ke Bawas MA dan juga Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

"Dalam hal keterangan saksi perbalisan, untuk menguji kebenaran materilnya karena ada berkaitan terhadap saksi-saksi yang menyatakan penghentian Penyidikan, akan tetapi bukti-bukti yang diajukan adalah Penyelidikan," tandas Efendi. (Acl/AS)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.