Header Ads

https://bizlawnews.id/

Lagi, Pejabat Ditjen Pajak Diduga Korupsi


Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak, Dadan Ramdani  yang merupakan tersangka kasus korupsi dugaan suap terkait pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan tahun 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak. Foto : Ist. 

JAKARTA 
- Setelah cukup lama ditetapkan jadi tersangka korupsi, akhirnya Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak, Dadan Ramdani  yang merupakan tersangka kasus korupsi dugaan suap terkait pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan tahun 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak. 

”Untuk kepentingan penyidikan maka dilakukan upaya paksa penahanan tersangka berinisial DR oleh tim penyidik selama 20 hari kedepan terhitung sejak tanggal 13 Agustus sampai 1 September 2021," tutur Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Jumat (13/8/2021).

Ghufron juga mengatakan, Dadan akan ditahan di rutan pada Kavling C1 Gedung ACLC. Hal tersebut dengan mempertimbangkan situasi pandemi COVID-19.

"Sebagai langkah antisipasi penyebaran COVID-19 di lingkungan KPK, para tersangka akan dilakukan isolasi mandiri di Rutan KPK kavling C1 pada Gedung ACLC,” terang Ghufron.

Untuk diketahui, sebelumnya KPK juga menetapkan enam tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pemeriksaan perpajakan tahun 2016 dan tahun 2017 pada Direktorat Jenderal Pajak.

KPK melakukan penyelidikan dan meningkatkan status perkara penurunan nilai pajak ini ke penyidikan pada Februari 2021. Pengumuman tersangka sendiri dilakukan pada, Selasa (4/5/2021).

Keenam tersangka itu adalah Angin Prayitno Aji (Direktur Pemeriksaan dan Penagihan pada Direktorat Jenderal Pajak tahun 2016-2019), Dadan Ramdani (Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan pada Direktorat Jenderal Pajak).

Lalu, Ryan Ahmad Ronas dan Aulia Imran Maghribi selaku konsultan pajak PT Gunung Madu Plantations, dan Veronika Lindawati, kuasa wajib pajak PT Bank Pan Indonesia atau Bank Panin, dan terakhir Agus Susetyo selaku konsultan pajak terkait pemeriksaan pajak PT Jhonlin Baratama.

Angin dan Dadan diduga menerima suap Rp15 miliar dari PT Gunung Madu Plantations, kemudian sebesar SGD 500 ribu dari Bank Panin dari komitmen fee senilai Rp25 miliar, dan SGD 3 juta dari PT Jhonlin Baratama. (RD)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.