Header Ads

https://bizlawnews.id/

Mabes Polri Bantah Informasi Soal Pejabat Polri Telah Divaksin Booster

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Argo Yuwono.

 


JAKARTA - Munculnya informasi terkait pemberian vaksin Moderna untuk suntikan ketiga atau booster guna mencegah penularan Corona kepada pejabat Polri langsung ditanggapi serius Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Argo Yuwono.

Ia menegaskan pemberian vaksinasi dosis ketiga (booster) oleh Markas Besar (Mabes) Polri untuk tenaga kesehatan dan tenaga pendukung fasilitas kesehatan yang ada di Korps Bhayangkara tersebut.

"Yang diberikan vaksin booster itu adalah nakes dan orang-orang yang bekerja di fasilitas kesehatan Polri, atau dibilang pendukung nakes," kata Argo, Selasa (31/8/2021) malam.

Argo juga menjelaskan pendukung nakes yang mendapat vaksin booster adalah petugas kebersihan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan milik Polri dan sopir ambulans.

Menurut Argo lagi, tenaga pendukung nakes tersebut termasuk pekerja yang berisiko terpapar COVID-19 karena pekerjaannya berinteraksi dengan pasien-pasien positif COVID-19 di fasilitas kesehatan Polri.

"Walau bukan nakes, mereka semua juga berisiko sama dengan nakes sehingga perlu mendapatkan booster," kata Argo juga.

Sementara itu, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divisi Humas Polri Kombespol Ahmad Ramadhan menambahkan bahwa Polri memberikan tanggapan atas unggahan LaporCovid-19 yang menyebutkan adanya pemberian vaksinasi dosis ketiga kepada masyarakat nontenaga kesehatan yang dilaksanakan di Mabes Polri.

Menurut dia, Polri perlu memberikan klarifikasi agar informasi yang beredar tersebut tidak bias di tengah masyarakat sekaligus meluruskan kekeliruan yang terjadi.

"Kalau kami tidak jelaskan, informasi tersebut seolah-olah mengatakan bahwa di Mabes Polri bisa memberikan booster kepada selain nakes. Jadi, informasi itu tidak benar," terangnya.

Ramadhan juga memastikan vaksinasi dosis ketiga di Mabes Polri untuk tenaga kesehatan dan pendukung nakes, seperti pekerja kebersihan di fasilitas kesehatan rumah sakit dan klinik Polri dan sopir ambulans yang membawa pasien COVID-19.

"Tidak ada pejabat Polri yang disuntik booster, contohnya saya, cuma divaksin sinovac dua kali," kata Ramadhan juga.

LaporCovid-19 melalui laman media sosialnya mengunggah informasi berdasarkan laporan yang diterimanya terkait dengan temuan bahwa nonnakes yang menerima vaksin booster ternyata mendapat bukti cetak kartu vaksinasi COVID-19.

Pelanggaran tersebut terjadi di tempat vaksinasi yang tertulis di Mabes Polri. Dalam unggahannya tersebut, LaporCovid-19 mendesak Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mengusut pelanggaran vaksin ketiga dan mengungkapkan modus operandi di lapangan.

LaporCovid-19 juga mendesak Kemenkes memberikan sanksi kepada pemberi booster nonnakes dan membuka data penerima vaksinasi booster. (tim redaksi)

#vaksinasicorona
#cegahcovid19
#mabespolri
#kadivhumaspolri
#argo

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.