Header Ads

https://bizlawnews.id/

Perusahaan Non-esensial Boleh Beroperasi di Jakarta, Asal Karyawannya Sudah Divaksin Covid-19

 

Pemprov DKI Jakarta memperbolehkan perusahaan non esensial beroperasi dengan syarat karyawannya sudah divaksin covid-19. Foto: Ist.

JAKARTA - Seiring melandainya penularan virus Corona, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membolehkan kantor non esensial di wilayah ibu kota beroperasi asalkan karyawannya sudah divaksin.

"Kantor-kantor non esensial boleh buka tapi mereka yang bekerja harus sudah mengikuti vaksinasi COVID-19," terang Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Sabtu (31/7/2021).

Meski demikian Anies belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai kapan kebijakan pembukaan kantor non-esensial dengan pegawai yang sudah divaksin tersebut akan diterapkan.

Lebih lanjut Anies menjelaskan kewajiban vaksin itu diberlakukan karena potensi penularan virus Corona tetap ada tapi dengan vaksinasi diharapkan bisa menekan angka kasus berat dan tingkat fatalitas korban.

"Jadi, siap-siap dari sekarang yang sudah mau memulai kegiatan, mulainya dengan memastikan vaksinasi dilakukan," ujarnya juga. 

Anies pun mengajak masyarakat untuk melakukan vaksinasi secepatnya dan mengatakan bahwa gerai vaksinasi yang ada di Jakarta terbuka untuk seluruh masyarakat Indonesia tanpa memandang domisili.

”Karena itu saya mengajak bagi yang belum vaksin, segera daftarkan lewat aplikasi Jaki atau kalau mau lebih sederhana juga, silakan langsung datang ke fasilitas kesehatan terdekat," pungkasnya.

Untuk diketahui, Pemprov DKI Jakarta menargetkan vaksinasi sebanyak 7,5 juta orang warganya untuk dosis pertama sebelum Agustus 2021. ”Kita lebih cepat satu bulan dari target yang sudah ditetapkan," kata Anies juga.

Hingga saat ini, kata Anies, sasaran vaksinasi di DKI Jakarta mencapai 8,81 juta orang.

Berdasarkan data corona.jakarta.go.id pada Sabtu (31/7/2021) tercatat vaksinasi untuk dosis pertama diberikan kepada 7.507.340 orang atau 85,2 persen dari target 8,81 juta orang.

Untuk vaksinasi dosis kedua mencapai 2.667.299 orang dan dosis ketiga khusus untuk tenaga kesehatan mencapai sebanyak 3.547 orang. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan hingga akhir Agustus 2021, sebanyak 7,5 dari 10,6 juta penduduk DKI Jakarta sudah mendapatkan vaksin COVID-19 demi tercapainya kekebalan kelompok (herd immunity). (WF/RD)

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.