Header Ads

https://bizlawnews.id/

Polres Tasikmalaya Ungkap Perdagangan Gadis Dibawah Umur

 

Polres Tasikmalaya Jawa Barat berhasil membekuk sindikat perdagangan gadis dibawah umur. Korban dipekerjakan sebagai wanita penghibur di kawasan Bogor, Jawa Barat.
 Foto: istimewa

TASIKMALAYA - Sindikat perdagangan gadis di bawah umur dibongkar jajaran Polres Tasikmalaya. Empat tersangka diamankan, satu di antaranya perempuan. Sedangkan enam korban yang hendak dijual berhasil diselamatkan Satreskrim Polres Tasikmalaya, Jawa Barat.

Para korban yang akan dipekerjakan sebagai wanita penghibur di kawasan Bogor, Jawa Barat. Sindikat ini beraksi lintas daerah dengan target operasi gadis bau kencur.

Empat tersangka yang  ditangkap masing-masing adalah Ari, 28, warga Sukabumi; Kamaludin, 22, warga Ciamis; Lucky, 21, warga Tasikmalaya dan Seli, 23, perempuan asal Tasikmalaya. Para tersangka kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya AKP Prasetyo Hario Seno mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal laporan seorang ibu warga kecamatan Tanjungjaya, Tasikmalaya. Anaknya yang berinisial RR, 14, telah meninggalkan rumah pekan lalu.

Laporan itu ditindaklanjuti Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Polisi menduga, RR dibawa tersangka Seli, warga Kecamatan Salawu, Tasikmalaya. "Setelah kami telusuri, ternyata RR benar berada di daerah Bogor," kata Prasetyo.

Berbekal informasi tersebut, pihaknya mengejar Seli dan korban RR. Perburuan membuahkan hasil. Seli dan RR bersama tiga pria yang merupakan sindikat perdagangan manusia ada di lokasi dan langsung diciduk.

"Para tersangka mempunyai tugas dan peran masing-masing. Ada yang menjadi perekrut, pengirim, penerima, dan yang mengeksploitasi korban. "Enam orang yang diduga korban juga berhasil kami amankan," cetusnya juga.  (tim  redaksi)


Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.